NTB Miliki Industri Galangan Kapal

Direktur Utama PT. Dukuh Raya Shipyard,  H. Agus Salim Rabang berdiskusi dengan Gubernur NTB,  H. Zulkieflimansyah,  didampingi sejumlah kepala dinas di ruang kerjanya, Rabu, 23 Desember 2020.

Mataram (Suara NTB) – Pesat pembangunan di NTB menjadi daya tarik bagi investor menanamkan investasinya di NTB. Kini, telah beroperasi industri galangan kapal di Teluk Waru, Desa Labuan Tereng, Kecamatan Lembar, Lombok Barat (Lobar) sejak beberapa tahun terakhir.

‘’Kita sudah punya galangan kapal sekarang di Lembar. Itu sudah beroperasi sejak 2001. Kita akan kembangkan lagi untuk yang lebih besar. Karena NTB ini sekarang sudah menjadi pelabuhan internasional,’’ kata Direktur Utama PT. Dukuh Raya Shipyard, Ir. H. Agus Salim Rabang dikonfirmasi usai bertemu Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M.Sc., di ruang kerjanya, Rabu, 23 Desember 2020.

Ia mengatakan, kapal-kapal penyeberangan yang ada di NTB bukan saja kapal feri ukuran kecil. Tetapi sekarang ukurannya sudah lebih besar dengan adanya rute pelayaran Surabaya – Lombok.

Sehingga, pihaknya meningkatkan kapasitas galangan kapal yang sudah ada sebelumnya. Supaya dapat menampung kapal-kapal dengan bobot yang lebih besar untuk docking.

‘’Galangan kapal yang sekarang ini mampu untuk bobot sampai 3.000 DWT. Kita bisa melayani kapal-kapal yang lintasan feri Bali dan Nusa Tenggara bahkan juga kapal di Makassar docking di Lombok,’’ katanya.

Dengan adanya Pelabuhan Gili Mas, kata Agus Salim, maka kapasitas galangan kapal harus ditingkatkan. ‘’Untuk pembangunan yang baru kita rencanakan 2021. Sebetulnya tahun ini, tapi karena pandemi, tertunda,’’ katanya.

Ia menyebutkan ada sekitar 160 kapal ferry yang beroperasi di wilayah Bali dan Nusa Tenggara. Dengan adanya industri galangan kapal tersebut, mereka tidak perlu lagi docking ke Surabaya karena di NTB sudah ada galangan kapal di Lembar.

“Semoga pemerintah memberikan dukungan dalam rangka peningkatan kapasitas galangan kapal kita. Sehingga kita bisa melayani docking kapal dengan bobot yang lebih besar,” harapnya.

Dalam sebulan, kata Agus Salim, pihaknya melakukan docking sebanyak empat kapal di galangan yang ada saat ini. Ia mengatakan lahan yang diburuhkan untuk lokasi galangan kapal tersebut sekitar 5 hektare. ‘’Selain docking kapal, kita juga bisa bikin kapal,’’ katanya.

Tahun 2018, pihaknya dipercaya Kementerian Perhubungan untuk membuat  8 kapal dengan berat 35 ton. Di mana, dua di antaranya diberikan untuk NTB.

Sementara, Kepala Dinas Perhubungan  NTB, Drs. Lalu Bayu Windya, M.Si., mengatakan Pemprov akan memfasilitasi investor untuk mengembangkan industri galangan kapal yang ada saat ini. Bayu mengatakan, dengan adanya industri galangan kapal di NTB, sekarang pengusaha kapal penyeberangan tidak perlu docking ke Surabaya. (nas)