NTB Menangkan Anugerah Kencana Tahun 2018

Gubernur NTB, Dr.H.Zulkieflimansyah  dan peraih anugerah lainnya foto bersama dengan Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Program Kependudukan Keluarga Berencana dan Pembangunan Keluarga (KKBPK) merupakan program konkuren (program bersama antara pusat dan daerah). Tapi pada kenyataannya, di Provinsi dan Kabupaten/Kota belum sepenuhnya menjadi program prioritas.

Oleh sebab itu, BKKBN dipandang perlu memberikan apresiasi Anugerah Kencana tahun 2018 kepada Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota atas komitmen, dedikasi dan dukungan yang diberikan sehingga pengelolaan program KKBPK di Provinsi dan Kabupaten/Kota lebih meningkat.

Iklan

Pemberian Anugerah Kencana kepada penentu kepentingan/pemangku kebijakan yang telah memberi dukungan dan berpartisipasi aktif terhadap program KKBPK sebagai motivasi terhadap Pemerintah Daerah Provinsi dan Kabupaten/Kota dalam pengelolaan di daerah masing-masing.

Sebagaimana diketahui bukan sekadar upaya rutin yang dilakukan di Provinsi dan Kabupaten/Kota, tetapi komitmen di daerah yang sangat menentukan tercapai atau tidaknya program KKBPK ini.

Apresiasi Anugerah Kencana ini diberikan kepada 5 (lima) Kepala Daerah Provinsi dan 29 Kepala Daerah Kabupaten/Kota yang berprestasi dan berkomitmen terhadap program KKBPK. Salah satu Provinsi yang memenangkan Anugerah Kencana tahun ini adalah Provinsi NTB yang diterima langsung oleh Gubernur Dr. H. Zulkieflimansyah serta Bupati Sumbawa, H.M. Husni Djibril, B.Sc.

BKKBN tidak mungkin mengemban amanat besar ini tanpa dukungan Pemda Provinsi dan Kabupaten/Kota serta mitra terkait dalam pengelolaan program KKBPK. Peran pemerintah Daerah dan mitra dalam mendukung sarana dan prasarana, ketenagaan dan dorongan tentunya sangat diharapkan. Dengan kerjasama kita, semua dapat kita selesaikan dengan baik.

Sesuai dengan hasil SDKI kita dapat meraih target yang telah ditetapkan di mana TFR (Total Fertility Rate) 2,6 menjadi 2,4.

“Semoga dengan apresiasi Anugerah Kencana ini tidak membuat kita terlena dengan pencapaian kita tahun ini,” kata Menteri Kesehatan RI, Prof. Dr. dr. Nila Farid Moeloek.

Dia menambahkan agar lebih ditingkatkan untuk kemajuan Indonesia. (r/*)