NTB Masih Bebas dari Penyebaran Virus Corona

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/bay)

NTB dipastikan masih terbebas dari penyebaran virus corona (Covid-19). Berdasarkan catatan Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dari seluruh pemeriksaan terhadap Pasien Dalam Pengawasan (PDP) maupun Orang Dalam Pengawasan (ODP) menunjukkan hasil negatif.

“PDP ada tujuh orang semua negatif. ODP 107 orang, 85 orang sudah lepas (dinyatakan sehat, red). Masih ada 22, dan ada yang sudah mau selesai juga (masa karantinanya),” ujar Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, saat dikonfirmasi, di Mataram Senin, 9 Maret 2020.

Iklan

Diterangkan Eka sampai saat ini 22 orang yang masih menjalani masa karantina ada yang memilih memanfaatkan fasilitas pemerintah di Grha Mandalika, Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) NTB, dan ada juga yang memilih menjalani karantina rumah. “Untuk yang karantina rumah selalu dipantau petugas puskesmas (di masing-maisng daerah),” ujar Eka.

Diterangkannya jumlah ODP yang mencapai ratusan merupakan bukti keseriusan pemerintah daerah, dalam hal ini Pemprov NTB, mengantisipasi penyebaran Corona di NTB.

Pasalnya, jumlah tersebut merupakan akumulasi dari Januari di mana seluruh orang yang memiliki riwayat kunjungan ke negara terdampak dimasukkan dalam daftar ODP. “ODP itu orang-orang yang pulang dari negara terdampak, tapi sehat. Atau kalau sakit, sakitnya tidak mengarah pada suspect (Covid-19),” ujar Eka.

Sementara itu, PDP adalah orang-orang yang sampai saat ini dimasukkan dalam ruang isolasi. Walaupun begitu, semua menunjukkan hasil negatif. “Sudah keluar semua. Tinggal satu menunggu hasil swap (tenggorokan) dari Balitbangkes di Jakarta,” ujarnya.

Di sisi lain, Dikes NTB juga mengatensi kepanikan di masyarakat akibat pemberitaan adanya satu orang suspect corona yang kabur dari RSUD NTB. Diterangkannya, hal tersebut saat ini telah tertangani dan dalam pemantauan pihaknya.

Diterangkan Eka, pasien tersebut telah menjalani seluruh rangkaian pemeriksaan awal di ruang isolasi UGD RSUD NTB. “Tapi ini pasiennya orang tua, usianya sudah 71 tahun. Namanya orang tua gaduh-gelisah, saat harus masuk ruang isolasi untuk pemeriksaan swap tenggorokan, itu yang belum dikerjakan keburu pulang,” ujarnya.  Pasien tersebut saat ini menjalani karantina rumah dan dalam pengawasan Dikes NTB. “Sekarang dia sudah tidak panas, obat-obatan kita berikan, dan kita jadikan ODP,” ujar Eka.

Di sisi lain, Eka menyebut masyarakat NTB sampai saat ini cukup kooperatif dalam mengantisipasi penyebaran Covid-19. Dicontohkannya dengan pelaporan yang diterima Posko Waspada Corona yang dibentuk Pemprov NTB, di mana banyak masyarakat yang melaporkan kondisi kesehatan mereka.

Dengan begitu, Dikes NTB bersama-sama pihak terkait dalam melaukan pemantauan dan menjalankan mekanisme karantina 14 hari untuk memastikan gejala yang terjadi bukan disebabkan Covid-19. “Bagus itu masyarakat kita aktif melaporkan ke Posko Corona. Kita berikan pilihan, mau (karantina) di rumah atau di Grha Mandalika,” pungkasnya. (bay)