NTB Masifkan Tracing Putus Mata Rantai Penularan Covid-19

I Gede Putu Aryadi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB membentuk Satuan Tugas (Satgas) Covid-19, yang sebelumnya bernama Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19. Sekarang, Satgas Covid-19 di bawah komando Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Si.

Kepala Diskominfotik NTB, yang juga Anggota Bidang Komunikasi Publik Satgas Covid-19 NTB, I Gede Putu Aryadi, S.Sos., M.H., perubahan nama tersebut sesuai dengan pedoman dari Pemerintah Pusat. “Memang ada perubahan dari SK. Sehingga lebih fokus dalam penanganan. Baik penanganan kesehatan maupun ekonomi,” kata Aryadi dikonfirmasi di Mataram, Kamis, 3 Desember 2020.

Berdasarkan pedoman dari World Health Organization (WHO) atau Organisasi Kesehatan Dunia, penanganan Covid-19 diprioritaskan untuk pencegahan. Caranya dengan lebih memasifkan tracing dan testing sehingga dapat mencegah penularan dan peningkatan kasus kematian.

“Sekarang ini menurut pedoman WHO, fokus ke tracing.  Kita mengejar tracingnya. Tracing dan testing ini bobotnya sampai 4 persen. Makanya tracing yang kita tingkatkan. Itu yang menyebabkan ada perubahan zonasi,” kata Aryadi.

Jika dilihat tren kasus harian, penemuan kasus terkonfirmasi positif di Pulau Lombok sudah mulai menurun. Sedangkan di Pulau Sumbawa memang masih terjadi peningkatan.

“Harus kita lakukan bagaimana menggenjot tracing, dan testing untuk pencegahan. Pencegahan ini menjadi prioritas utama dari WHO. Menetapkan bahwa peta zona risiko itu ditentukan oleh 14 indikator. Tapi sekarang, indikator yang punya bobot paling besar adalah tracing dan testing,” ucapnya.

Jika Pemda bisa melakukan tracing lebih luas dan masif lagi. Maka dapat mencegah penularan yang lebih luas dan angka kematian akan bisa ditekan. “Ini maksudnya meminimalkan korban. Sehingga kita bisa memutus mata rantai penularan.  Tracing itu mencari orang-orang yang kontak erat dan terinfeksi atau orang yang keluar dari zona merah,” katanya.

Data Satgas Covid-19 NTB, menyebutkan total jumlah kasus terkonfirmasi positif sudah menembus angka 4.804 orang. Dengan tingkat kesembuhan 83,16 persen atau 3.995 orang. Sedangkan tingkat kematian sebesar 5,33 persen atau 256 orang. Sedangkan pasien yang masih dirawat atau kasus aktif sebesar 11,51 persen atau 553 orang.

Tingkat kesembuhan pasien Covid-19 di NTB jauh lebih baik dibandingkan rata-rata nasional yang mencapai 82,91 persen. Begitu juga dengan pasien yang dirawat, rata-rata nasional sebesar 13,98 persen. Namun, tingkat kematian pasien Covid-19 di NTB masih di atas rata-rata nasional, yang saat ini sudah mencapai 3,11 persen. (nas)