NTB Mall Siap Diluncurkan

H. L.Fathurrahman (Suara NTB/bay)

Mataram (Suara NTB) – Pengoperasian NTB Mall sebagai pusat perbelanjaan berbasis digital yang disiapkan Pemprov NTB terus digenjot. Pembaruan dari I-Shop NTB tersebut ditargetkan dapat mengakomodir produk-produk unggulan NTB dan siap beroperasi pada akhir November mendatang, baik melalui sistem dalam jaringan (daring) maupun luar jaringan (luring).

Kepala Dinas Perdagangan NTB, Drs.H. L.Fathurrahman, M.Si menerangkan, sampai saat ini NTB Mall telah rampung disusun. Sebelum diluncurkan, saat ini pihaknya tengah menata displai produk-produk yang telah dimasukkan dalam kanal digital tersebut.

Iklan

‘’Akhir November kita sudah bisa melihat kondisinya. Sudah beroperasi dan sudah tertampung produk-produk UMKM maupun IKM,’’ ujar Fathurrahman, Kamis, 22 Oktober 2020. Diterangkan, pihaknya akan meluncurkan secara resmi kanal digital tersebut pada 17 Desember mendatang.

Berdasarkan catatan, sampai saat ini telah ada 700 produk UKM/IKM asli daerah yang terakomodir dalam pusat perbelanjaan digital tersebut.  UKM/ IKM yang terlibat mencapai 300 unit usaha dan akan terus dikembangkan.

‘’Target kita itu 1.000 UMKM bisa terjaring,’’ jelasnya. Dengan adanya NTB Mall tersebut, pihaknya berharap adanya katalisator untuk pengembangan hasil produksi UKM/IKM NTB. Pasalnya, banyak produk lokal yang dinilai kalah saing dengan produk luar daerah, terutama dari segi kualitas produksi.

Dalam pengoperasian NTB Mall, pihaknya membagi produk yang masuk ke dalam beberapa klaster. Di antaranya klaster premium kategori A, yaitu produk dengan standarisasi yang terjaga seperti olahan pangan, fashion dan beberapa kerajinan yang memang sudah memiliki standar kualitas.

Kemudian klaster kedua untuk produk dari unit usaha yang dipersiapkan naik kelas, dan klaster ketiga bagi produk-produk dari unit usaha yang belum mendapatkan pembinaan. “Kita lakukan pendampingan untuk bersinergi membesarkan NTB Mall, kemudian untuk meningkatkan kualitas dari produknya,” jelas Fathurrahman.

Ke depan, pihaknya menargetkan kerjasama dengan stakeholder dan asosiasi usaha terkait. Di mana Disdag NTB sendiri telah melakukan pendekatan antara lain dengan Persatuan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) NTB serta asosiasi dan unit usaha lainnya yang telah menandatangani surat perjanjian.

‘’Seperti dilakukan oleh pusat perbelanjaan, sekarang dengan menunjuk hotel khusus yang mempunyai kontribusi dan siap untuk menampung (produk) UKM/IKM di NTB,’’ pungkasnya. (bay)