NTB Kekurangan Sarpras Bencana

Ahsanul Khalik (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Tercatat sebagai daerah rawan bencana, Provinsi NTB belum didukung sarana dan prasana (Sarpras) memadai. Salah satu kekurangan adalah kendaraan angkutan dan tenda.

Kekurangan itu nampak ketika gempa  melanda Lombok dan Sumbawa Juni dan Agustus 2018 lalu. ‘’Kita masih kekurangan alat angkut,’’ kata Kepala Pelaksana BPBD NTB, H. Ahsanul Khalik, S.Sos.,MH kepada Suara NTB, Minggu, 30 Juni 2019.

Iklan

Kendaraan angkut logistik maupun material akan diusulkan pengadaannya ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Selain itu, kebutuhan tenda pengungsian juga mendesak karena jumlahnya yang terbatas. Kebutuhan tenda tidak hanya untuk pengungsi, juga untuk instansi pemerintah dan fasilitas umum yang terpapar bencana.

‘’Tenda khusus rumah sakit darurat juga perlu.  Minimal kita punya tujuh unit, saat ini ada satu unit tapi sudah rusak,’’ kata Khalik.

Tidak hanya dua jenis sarpras itu, Khalik meyakini masih ada item lain yang dibutuhkan instansinya untuk penanggulangan bencana.

Rencananya akan dilakukan inventarisir kebutuhan sarpras sembari mengecek ketersediaan alat yang sudah ada. Usulan itu akan disampaikan ke BNPB.

Sembari merekap, saat ini ia mengecek satu per satu sarpras yang ada di gudang dan garasi.  Kendaraan dan peralatan lain, seperti rubber boat seharga Rp 6 miliar juga dilakukan pengecekan  fungsinya. (ars)