NTB Kekurangan 2.901 Guru SMA/SMK dan SLB

Mataram (Suara NTB) – Berdasarkan Analisis Beban Kerja (ABK), Pemprov NTB masih kekurangan guru SMA/SMK dan SLB sebanyak 2.901 orang. Dari 4.208 orang kebutuhan guru SMA/SMK dan SLB, yang ada baru 1.307 guru PNS. Pasca pengalihan kewenangan pendidikan jenjang SMA/SMK dan SLB, Pemprov berencana akan melakukan seleksi terhadap guru honorer pada Oktober – November mendatang.

Kepala Badan Kepegawaian Daerah (BKD) NTB, Drs. H. Fathurahman, M.Si menjelaskan berdasarkan data, sebenarnya tinggal dilakukan pemetaan guru di masing-masing SMA/SMK dan SLB yang ada di NTB. Namun, secara keseluruhan, NTB masih kekurangan 2.901 guru SMA/SMK dan SLB.

Iklan

‘’Dari hitungan Analisis Beban Kerja  yang kemarin ada 2.000 sekian yang masih kita butuhkan.  Termasuk kita kekurangan karena banyak yang pensiun tiap tahunnya,’’ kata Fathurahman ketika dikonfirmasi di Mataram, pekan kemarin.

Untuk memenuhi kekurangan tenaga pengajar tingkat SMA/SMK dan SLB ini, Pemprov, katanya sudah mengajukan formasi CPNS beberapa waktu lalu ke Kementerian Pendayagunaan Aparatur Negara dan Reformasi Birokrasi (Kemen PANRB). Namun, hingga saat ini belum keluar jatah atau kuota yang diajukan tersebut.

Fathurahman mengungkapkan, Kemen PANRB sudah menerbitkan aturan pelaksanaan rekrutmen CPNS. Tetapi, kuota CPNS yang diperoleh masing-masing Pemda belum keluar. Ia merincikan 4.603 formasi yang diusulkan ke pemerintah pusat itu masing-masing tenaga kesehatan 757 orang, tenaga teknis 945 orang, guru SMA 1.495 orang, guru SMK 1.322 orang dan guru SLB 84 orang.

Sesuai ABK, kebutuhan PNS Pemprov NTB untuk tenaga kesehatan, teknis dan guru SMA/SMK dan SLB sebanyak 6.965 orang. Sementara, jumlah PNS yang ada untuk bidang-bidang tersebut baru 2.362 orang. Artinya, Pemprov masih kekurangan 4.603 orang, yang kemudian diusulkan dalam pembukaan penerimaan CPNS tahun 2017. ‘’Kita menunggu dan berharap usulan kita dapat  diterima seluruhnya,” harapnya.

Terkait dengan  seleksi guru honorer SMA/SMK yang direncanakan September ini, Fathurahman mengatakan saat ini sedang berproses. Seleksi ribuan guru honorer akan dilakukan pada Oktober – November mendatang.

“Intinya sedang kita lakukan verifikasi oleh Dikbud nanti kita koordinasi. Intinya yang dipersyaratkan yang merupakan guru honorer. Diverifikasi nanti, (jumlahnya) kita sesuaikan dengan ABK,” katanya.

Untuk guru honorer SMA/SMK yang sudah sertifikasi dan mendapatkan SK bupati/walikota dipastikan akan terakomodir.  Yang penting, katanya, mereka berasal dari guru honorer SMA/SMK dan SLB.

“Oktober – November lah nanti seleksi honorer. Masih dilakukan verifikasi oleh Dinas Dikbud. Tetapi tetap kita mengambil sesuai kebutuhan,” tandasnya. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional