NTB Kejar Target Level I

Hj. Sitti Rohmi Djalilah (Suara NTB/dok)

PEMPROV NTB terus berupaya mengejar target agar seluruh kabupaten/kota berada pada Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Level 1. Berdasarkan hasil evaluasi tujuh hari terakhir yang dilakukan akhir pekan kemarin, saat ini, ada tujuh kabupaten/kota yang sudah turun ke PPKM Level 2.

‘’Jadi, jangan sekarang kita banyak di level 2,’’ kata Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah dikonfirmasi di Mataram, kemarin.

Iklan

Berdasarkan data Pemprov NTB, tujuh daerah yang turun ke PPKM Level 2, antara lain Sumbawa Barat, Lombok Utara, Lombok Timur, Lombok Tengah, Kota Bima, Dompu dan Bima. Sedangkan dua daerah masih bertahan di PPKM Level 3, yaitu Sumbawa dan Kota Mataram.

Sedangkan, satu daerah di NTB sudah berada di PPKM Level 1, yaitu Lombok Barat. Wagub mengingatkan Pemda Kabupaten/Kota jangan lengah karena ada penurunan level.

Ia meminta kabupaten/kota jangan lengah dan merasa aman dengan penurunan level tersebut. ‘’Ndak akan pernah kita akan bilang aman 100 persen selama pandemi ini masih ada. Tetap prokes adalah kuncinya,’’ ujarnya.

Orang nomor dua di NTB mengatakan selama masyarakat disiplin dan patuh terhadap protokol kesehatan (Prokes) maka semua akan aman. ‘’Tapi kalau tak disiplin prokes, maka kita tak akan aman,’’ katanya.

Wagub mengaku optimis NTB akan mampu turun ke PPKM Level 1. Sebagaimana harapan Panglima TNI, Marsekal Hadi Tjahjanto saat berkunjung ke NTB, Jumat pekan lalu. ‘’Kita harus optimis menuju level 1,’’ ucapnya.

Indikator lainnya yang menunjukkan adanya pelandaian kasus di NTB adalah angka positivity rate. Berdasarkan data Pemprov NTB, angka positivity rate dalam tujuh hari terakhir sebesar 3,04 persen. Ada lima daerah yang angka positivity rate di atas rata-rata provinsi, yaitu Sumbawa 5,47 persen, Bima 6,03 persen, Lombok Utara 6,38 persen, Dompu 8,01 persen dan Lombok Timur 11,09 persen.

Sedangkan lima daerah angka positivity rate-nya berada di bawah rata-rata provinsi. Yaitu, Lombok Tengah 2,39 persen, Lombok Barat 2,24 persen, Kota Mataram 1,95 persen, Sumbawa Barat 1,26 persen dan Kota Bima 0,82 persen.

Wagub mengatakan kunci dari keberhasilan NTB dalam penanganan Covid-19 terletak pada sinergi dan kebersamaan antara Pemda dengan TNI/Polri. Ia mengatakan, Pemda tak mungkin bisa kerja sendiri tanpa sinergi dengan TNI/Polri.”Tapi berkat sinergi luar biasa dengan TNI/Polri sampai tingkat desa,” ungkapnya.

Sekarang, kata Wagub, NTB sedang melakukan percepatan vaksinasi Covid-19. Dengan lancarnya droping vaksin dari Pemerintah Pusat, NTB menargetkan vaksinasi di atas 40.000 dosis per hari.

‘’Sekarang tak ada istilah stok vaksin berlama-lama. Apalagi droping kita tiga kali seminggu. Artinya, per minggu ada 150.000 dosis vaksin yang datang,’’ katanya. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional