NTB Kejar PPKM Level I, Tracing dan Testing Masih Jadi PR Pemda

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan daerah ini berstatus pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM) Level I sebelum perhelatan World Superbike (WSBK), November mendatang. Untuk mencapai target level I, Pemda masih punya pekerjaan rumah (PR) kaitan dengan peningkatan jumlah tracing dan testing.

Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Rabu, 29 September 2021 mengatakan,  hasil Analisa dan Evaluasi (Anev) seminggu terakhir, saat ini ada satu daerah, yaitu Lombok Barat (Lobar) yang berstatus PPKM Level I. Sedangkan sembilan daerah lainnya, yaitu Kota Mataram, Lombok Utara, Lombok Tengah, Lombok Timur, Sumbawa Barat, Sumbawa, Dompu, Bima dan Kota Bima berstatus level 2.

Iklan

Eka menjelaskan, penilaian status PPKM suatu daerah dinilai dari transmisi komunitas dan kapasitas respons. Transmisi komunitas berkaitan dengan jumlah angka kasus positif Covid-19.

Sedangkan kapasitas respons dihitung dari tracing, testing dan traetment. Dikatakan, untuk transmisi komunitas di NTB capaianya sudah baik. Apalagi sekarang jumlah kasus sudah melandai.

Begitu juga tingkat keterisian tempat tidur atau Bed Occupancy Rate (BOR) rumah sakit sudah turun. ‘’Tetapi yang biasanya jadi PR adalah tracing dan testing,’’ kata Eka.

Standar organisasi kesehatan dunia atau World Health Organization (WHO), setiap satu pasien terkonfirmasi positif Covid-19, minimal ada 15 kontak erat yang ditracing dan testing. Sementara di NTB, angka tracingnya masih di bawah 10 orang untuk satu orang pasien yang terkonfirmasi positif Covid-19.

“Memang tracing kontak erat harus memang dilaksanakan. Kita juga meminta kesadaran orang positif menginformasikan kepada Satgas. Supaya kita melakukan tracing kontak erat,” ujarnya.

Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini mengatakan, tidak akan ada testing apabila belum dilakukan tracing. ‘’Kita mau menuju level 1, maka tracing dan testing harus ditingkatkan,’’ imbuhnya.

Pemerintah Pusat kembali memperpanjang PPKM di daerah luar Jawa – Bali, mulai 21 September – 4 Oktober sesuai Instruksi Menteri Dalam Negeri (Inmendagri) No. 44 Tahun 2021. Dalam Inmendagri tersebut, semua kabupaten/kota di NTB, berstatus PPKM Level 2.

Meskipun kini berstatus PPKM Level 2, Pemerintah Pusat menargetkan NTB untuk melakukan 2.243 testing per hari. Dengan rincian, Lombok Barat harus melakukan testing sebanyak 104 orang per hari.

Kemudian Lombok Tengah 141 testing, Lombok Timur 889 testing, Sumbawa 340 testing, Dompu 189 testing, Bima 73 testing, Sumbawa Barat 23 testing, Lombok Utara 33 testing, Kota Mataram 369 testing dan Kota Bima 73 testing per hari. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional