NTB Jadi Model Percepatan Penanganan Gempa

Ahmad Rizal Ramdhani (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat mengapresiasi percepatan penanganan gempa di NTB. Pola penanganan yang dilakukan saat ini, termasuk sistem baru dan dianggap progresnya cepat.

Secara umum progres penanganan gempa di NTB sangat baik. Dari total 174.537 Kepala Keluarga (KK) terdampak, 47.371 rumah sudah selesai dikerjakan.  Progres ini disambut baik pemerintah pusat.

Iklan

‘’Kenapa kok bisa cepat? Progresnya juga bagus, ditanyakan oleh pusat. Bahkan dari BNPB juga sudah menurunkan tim untuk membuat Pokja, bagaimana proses percepatan rehab/rekon di NTB berjalan baik,’’ kata Danrem 162/WB Kolonel CZI Ahmad Rizal Ramdhani, Jumat, 28 Juni 2019 kemarin.

Karena apresiasi itu, penanganan gempa di NTB akan dijadikan prosedur tetap (Protap) penanganan dampak gempa atau proses rehab rekon di Indonesia di masa mendatang.

Ia membandingkan dengan kejadian gempa di Jogjakarta.  Kerusakan sekitar 40.000 rumah, namun penanganan selesai dalam kurun 3,5 tahun.

‘’Kita kerusakannya 220 ribu. Bahkan mungkin bertambah menjadi 240 ribuan. Kita bekerja lima bulan, sekarang progres kita sudah 119 ribu rumah,’’ ujarnya.

Ini menurutnya sebuah prestasi, berkat kerjasama fasilitator, Pokmas, aplikator. Ia mendorong agar tim kerja itu lebih semangat agar lebih banyak rumah yang cepat selesai.

Penyampaikan itu juga disampaikan saat pertemuan dengan komponen tersebut di Bencingah Agung, Kantor Bupati Lombok Barat. Tujuannya, untuk menyamakan persepsi sekaligus evaluasi rehab/rekon di wilayah Kabupaten Lombok Barat.

 Menurutnya, hambatan yang ada tidak akan terasa berat jika ada kebersamaan.  Aplikator juga bersama-sama menjalankan tugas sesuai aturan teknis bersama fasilitator dan Pokmas. Demikian juga Pokmas, tidak saling menyalahkan.

Sementara update penanganan rumah rusak akibat gempa, dari total 47.371 yang rusak, rinciannya  10. 959 rusak berat, 7.902 rusak sedang, 28.510 rusak ringan. Sementara rumah yang sedang dalam proses pengerjaan untuk tiga kategori itu, 72.397 rumah. (ars)