NTB Ingin Perkecil Ketergantungan Dana Pusat

H. Ridwan Syah (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB menargetkan pada akhir jabatan Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, S.E., M. Sc., – Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd., masuk sebagai daerah dengan kapasitas fiskal menengah pada 2023 mendatang. Salah satu tolak ukurnya adalah kontribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dalam APBD menjadi 45 persen.

Asisten II Perekonomian dan Pembangunan Setda NTB, Ir. H. Ridwan Syah, M.M., M.T.P menyebutkan saat ini Pemprov NTB masih sangat bergantung kepada dana transfer Pemerintah Pusat. Karena PAD NTB yang masuk ke postur APBD baru sekitar 30 persen lebih.

‘’Kapasitas fiskal kita masuk kategori daerah dengan kapasitas fiskal rendah. Karena PAD yang masuk ke postur APBD sekitar 30 persen. Tugas berat kita, pada akhir RPJMD di tahun 2023, kita mencoba masuk sebagai daerah kapasitas fiskal menengah atau PAD kita sudah masuk pada angka 45 persen tahun 2023,’’ kata Ridwan di Mataram, Sabtu, 21 November 2020.

Ridwan mengatakan, upaya untuk meningkatkan PAD terus dilakukan Pemprov NTB. Di mana, Badan Pengelolaan Pendapatan Daerah (Bappenda) terus melakukan kerja sama dan meningkatkan sinergi dengan pihak terkait.

Termasuk membuat inovasi Samsat Desa. Hal ini dimaksudkan untuk meningkatkan capaian PAD melalui optimalisasi penerimaan Pajak Kendaraan Bermotor (PKB).

Berdasarkan data Bappenda NTB, pertumbuhan PAD NTB selama empat tahun terakhir fluktuatif. Pada 2017, PAD NTB sebesar Rp1,684 triliun. Kemudian menurun sedikit menjadi Rp1,660 triliun pada 2018.

Pada 2019 terjadi peningkatan menjadi 1,807 triliun. Dan pada 2020, PAD NTB ditargetkan sebesar Rp1,703 triliun. PKB dan Bea Balik Nama Kendaraan Bermotor (BBNKB) merupakan sumber penerimaan utama PAD NTB.

Berdasarkan data Bappenda NTB, jumlah kendaraan mencapai 1,5 juta unit lebih. Namun kendaraan yang tidak aktif atau Tidak Melakukan Daftar Ulang (TMDU) di NTB masih cukup tinggi mencapai 45,48 persen.

Tahun 2020, potensi aktif sebanyak 851.159 obyek dan potensi TMDU 710.295 obyek.  Realisasi sampai Desember diperkirakan 669.451 kendaraan yang daftar ulang atau 78,65 persen dan TMDU 98.123 kendaraan atau 13.81 persen.

Dari potensi daftar ulang aktif sebanyak 851.159 kendaraan, PKB diperkirakan sebesar Rp377,859 miliar. Dengan melihat jumlah yang daftar ulang, realisasi PKB hingga Desember mendatang diperkirakan sebesar Rp317,560 miliar atau 84,04 persen.

Sedangkan potensi PKB dari TMDU sebanyak 710.295 kendaraan sebesar Rp466,446 miliar. Dari jumlah tersebut diperkirakan yang daftar ulang sampai Desember sebanyak 114.831 kendaraan dengan PKB sebesar Rp72,785 miliar atau 15,6 persen. (nas)