NTB Harus Menjadi Provinsi Ramah Disabilitas

Suasana peluncuran Bus Disabilitas yang berlangsung, Rabu, 16 Desember 2020. (Suara NTB/ist)

Berbagai hasil karya dan inovasi putra-putri NTB membuktikan bahwa NTB memiliki sumberdaya manusia yang mampu bersaing dengan daerah-daerah lainnya. Bahkan dalam masa pandemi Covid-19 pun, anak-anak NTB tetap mampu menghasilkan berbagai karya luar biasa. Seperti kehadiran berbagai sepeda listrik yang diyakini mampu mendukung industrialisasi di NTB.

Namun demikian beberapa diantara masyarakat NTB juga memiliki keterbatasan fisik, sehingga perlu ada dukungan fasilitas untuk tetap bisa membuka peluang mereka untuk bisa turut berkarya dan aktif berpartisipasi dalam pembangunan.

Hal itu disampaikan Wakil Gubernur (Wagub) NTB, Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah saat peluncuran Bus Disabilitas, penyerahan sertifikat uji tipe sepeda listrik dan peresmian Dermaga Pantai Damai Sejahtera Lembar, Rabu, 16 Desember 2020.

Wagub menjelaskan bahwa di balik keterbatasan yang dimiliki penyandang disabilitas, terdapat potensi yang mereka miliki untuk mengaktualisasikan dirinya serta bisa ikut berkarya dalam pembangunan. Karenanya  mereka berhak mendapatkan hak dan perlakuan yang sama dengan masyarakat lainnya.

‘’Bahkan banyak disabilitas yang memiliki prestasi dan hasil karya yang mampu mengangkat nama baik daerah.’’ Disabilitas juga memiliki hak untuk bekerja, berkarya dan ikut kegiatan dan aktivitas lainnya. Bahkan banyak yang memiliki kelebihan yang tidak dimiliki yang lainnya. Jadi jangan pandang disabilitas sebagai orang yang memiliki kekurangan.

Terkait dengan peluncuran Bus Disabilitas, diapresiasi Rohmi karena NTB mampu menjadi provinsi kedua setelah Jawa Barat yang menyediakan bus khusus disabilitas. ‘’NTB harus menjadi provinsi yang ramah disabilitas,’’ pungkasnya. (r)