NTB Dorong Investasi Bidang Agroindustri

Kepala DPMPTSP NTB, H. L. Gita Ariadi (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) menargetkan realisasi investasi tahun 2019 sebesar Rp16 triliun. Pemprov sedang mendorong para investor untuk berinvestasi dalam industri olahan produk-produk unggulan daerah atau agroindustri.

Kepala DPMPTSP NTB, Drs. H. L. Gita Ariadi, M. Si mengatakan pada Juni mendatang akan dilakukan kegiatan Lombok Sumbawa Investment Forum. Pada bulan Juni 2019, akan berlangsung event Lombok Sumbawa Investment Forum. ‘’Sehingga kita berharap ada calon investor berkenan hadir terutama yang bergerak di bidang pengolahan agroindustri,’’ harap Gita.

Iklan

Kegiatan ini akan dilakukan bersamaan dengan Lombok Sumbawa Agroindustri Expo yang akan dilaksanakan Dinas Pertanian dan Perkebunan serta Dinas Perindustrian. ‘’Terutama yang kita dorong adalah industri olahan. Paling potensial investor Malaysia, Selangor kita tindaklanjuti, Korea, Uni Emirat Arab juga ada. Pernah punya minat untuk balik lagi. Mengolah komiditas ungulan daerah. Sehingga bukan produk mentah yang dikirim tetapi dalam bentuk jadi,’’ kata Gita dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Jumat, 4 Januari 2019.

Gita menjelaskan seperti investor asal Selangor Malaysia tertarik berinvestasi di NTB dalam mengembangkan budidaya alpukat dan semangka. Karena selama ini mereka mendatangkan alpukat dari Australia.

Di Malaysia, investor tersebut telah mengembangkan tanaman buah-buahan tersebut dan tenaga kerjanya ada yang berasal dari Lombok. Jika mereka mengembangkan tanaman alpukat di NTB, maka mereka akan mempekerjakan eks tenaga kerjanya yang berasal dari Lombok.

Gita menambahkan, tahun 2019 ini target realisasi investasi di NTB ditetapkan sebesar Rp16 triliun. Ia mengaku optimis target ini dapat tercapai jika melihat perkembangan izin-izin prinsip penanaman modal yang ada. Dalam Laporan Kegiatan Penanaman Modal (LKPM) sudah terbaca, investasi yang sedang, sudah dan akan direalisasikan di NTB. ‘’Yang belum merealisasikan kita terus mendorong,’’ katanya.

Berdasarkan data DPMPTSP NTB, hingga triwulan III 2018, realisasi investasi di daerah ini mencapai Rp13,5 triliun. Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM) RI menargetkan realisasi investasi di NTB pada 2018 sebesar Rp14 triliun di NTB.

Capaian sebesar Rp13,5 triliun lebih inipun, tercatat hanya tiga triwulan (Januari-September) tahun 2018 ini. Data capaian investasi tersebut  terbagi Rp9,9 triliun lebih adalah penanaman modal dalam negeri (PMDN) dan Rp3,5 miliar lebih adalah penanaman modal asing (PMA).

Sebarannya,  Rp1,43 triliun di Kota Mataram, Rp517,2 miliar di Lombok Utara, Rp1,43 triliun di Lombok Barat, Rp1,29 triliun di Lombok Tengah, Rp 385,3 miliar di Lombok Timur, Rp6,1 triliun di Sumbawa Barat, Rp2 triliun di Sumbawa, Rp76,7 miliar di Dompu, Rp64,1 miliar di Bima, dan Rp37,3 miliar di Kota Bima. Dari total nilai investasi yang telah masuk selama tahun 2018 sampai triwulan III, jumlah penambahan tenaga kerja mencapai sebanyak 4.866 tenaga kerja, baik asing, maupun tenaga kerja dalam negeri.

Uang investor tersebut, mengucur untuk beberapa sektor. Pariwisata sebesar Rp2 triliun lebih, perhubungan/transportasi sebesar Rp774 miliar lebih, perdagangan Rp92 miliar lebih, pertanian Rp170,1 miliar lebih, perikanan Rp101,2 miliar lebih, kelistrikan Rp9,6 triliun, industri Rp191,8 miliar lebih dan jasa lainnya Rp537,7 miliar. Realisasi investasi di dominasi dari negara gabungan Singapura, Perancis, Australia, dan Gabungan Korea Selatan. (nas)