NTB Dapat Prioritas Khusus

Nurhandini Eka Dewi (Suara NTB/dok)

KOORDINATOR Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) Luar Jawa – Bali, yang juga Ketua KPC-PEN, Airlangga Hartarto mengatakan, NTB dan Papua akan mendapatkan prioritas khusus alokasi vaksin Covid-19. Hal tersebut diungkapkan Asisten III Setda NTB, dr. Nurhandini Eka Dewi, Sp.A., M.P.H., setelah rapat secara virtual bersama dengan Menko Perekonomian tersebut, Rabu, 18 Agustus 2021.

“Kemarin waktu hari Rabu, kita rapat dipimpin Menko Perekonomian. Dua yang disebut khusus, Papua dan NTB,” kata Eka dikonfirmasi di Mataram, akhir pekan kemarin.

Iklan

Eka menjelaskan, NTB diproritaskan khusus mendapatkan tambahan alokasi vaksin Covid-19 karena pada November mendatang akan menjadi tuan rumah perhelatan event internasional World Superbike. Sedangkan Papua, akan menjadi tuan rumah Pekan Olahraga Nasional (PON). “Itu khusus vaksinnya,” kata Eka.

Namun Eka tak menyebutkan jumlah alokasi vaksin yang akan didapatkan NTB. Yang jelas, NTB akan mendapatkan prioritas khusus bersama Papua. Untuk itulah, lanjut Eka, sekarang vaksinasi sedang digeber di Lombok Tengah khususnya daerah-daerah di sekitar Kawasan Ekonomi Khusus (KEK) Mandalika. “Fokus dulu di kawasan Mandalika,” katanya.

Sebelumnya, kata Mantan Kepala Dinas Kesehatan (Dikes) NTB ini, Kota Mataram prioritas mendapatkan alokasi vaksin Covid-19. Karena Kota Mataram sebelumnya menjadi satu-satunya daerah yang diterapkan PPKM Darurat atau Level 4.

“Makanya jangan heran setelah itu, Lombok Tengah yang digeber vaksinasinya. Karena ada kepentingan nasional. Ada skala prioritas,” terangnya.

Eka mengatakan akhir Agustus atau awal September mendatang akan banyak vaksin Covid-19 yang akan dikirim Pemerintah Pusat ke NTB. Hal ini dimaksudkan untuk mempercepat tercapainya herd immunity atau kekebalan kelompok karena NTB akan menjadi tuan rumah WSBK pada bulan November dan MotoGP 2022.

Berdasarkan data Dinas Kesehatan (Dikes) NTB, pada pekan lalu, jumlah vaksin yang sudah diterima dari Pemerintah Pusat sebanyak 1.080.360 dosis. Sampai 21 Agustus 2021, cakupan vaksinasi di NTB untuk dosis pertama baru mencapai 16,45 persen atau 643.390 orang. Sedangkan dosis kedua baru 8,41 persen atau 328.948 orang. Sementara untuk dosis ketiga bagi tenaga kesehatan sudah mencapai 8.617 orang atau 31,18 persen.

Eka mengatakan, saat ini tugas Pemda ada dua. Yaitu mengatasi Covid-19 dan menyiapkan masyarakat agar bisa hidup berdampingan dengan Covid-19.

‘’Itulah new normal, hidup bersama Covid. Kalau jadi endemi apa yang kita lakukan. Dari pusat sudah ada langkah yang dilakukan, yaitu new normal itu. Hidup berdampingan itu new normal,” kata Eka.

Salah satu strategi yang dilakukan dengan penerapan Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) level RT/RW dan desa/kelurahan. Dengan melakukan pemberdayaan masyarakat mulai dari level rendah, yaitu desa/kelurahan.

“PPKM ini menyiapkan kita hidup bersama Covid. Sehingga tanggungjawab terhadap penanganan Covid itu di level terendah, kita kendalikan yaitu RT/RW dan desa. Makanya Posko PPKM berbasis desa/kelurahan,” terangnya.

Untuk itu, kata Eka, penanganan Covid-19 dari level RT/RW dan desa/kelurahan sedang diperkuat. Pada saatnya, pandemi Covid-19 akan menjadi endemi. (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional