NTB dan Uzbekistan Jalin Kerjasama Pengembangan Wisata Halal

Penandatanganan Letter Of Intent (LOI) antara Wakil Gubernur NTB, Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan First Deputy Director of Bukhara Regional Department for Tourism Development, Oy Bek O. Khakimov terkait kerjasama pengembangan wisata halal. (Suara NTB/humasntb)

Mataram (Suara NTB)  – Komitmen Pemprov NTB untuk menghadirkan banyak investor di daerah terus diganjot. Setelah menggelar temu bisnis di Paris, dalam rangka mempromosikan potensi pertanian dan wisata,  Wakil Gubernur (Wagub) NTB,  Dr.  Hj.  Sitti Rohmi Djalilah,  M. Pd menerima delegasi dari Usbezistan, yang dipimpin Second Secretary of Embassy of Uzbekistan for Indonesia, Muzaffar S. Abdulazimov,  di ruang kerjanya,  Senin, 24 Juni 2019.

Kehadiran delegasi dari Uzbekistan  itu dalam rangka membangun kerjasama antara Pemprov  NTB dan Uzbekistan, khususnya Provinsi Bukhara. Ke dua daerah ini sama-sama sepakat untuk menjalin kerjasama bidang wisata halal atau halal tourism.

Iklan

Kesepakatan itu tertuang dalam Letter Of Intent (LOI) yang ditandatangani Wagub NTB, Dr. Hj. Sitti Rohmi Djalillah dan First Deputy Director of Bukhara Regional Department for Tourism Development, Oy Bek O. Khakimov.

NTB dan Bukhara, sebagai daerah yang mayoritas muslim itu, dalam salah satu kesepakatannya, akan saling mempromosikan sejumlah potensi wisata halal yang dimiliki ke dua daerah ini. Selain itu, pembangunan sejumlah infrastruktur seperti hotel, juga akan menjadi perhatian ke dua daerah tersebut.

‘’Uzbekistan dan Indonesia, khususnya NTB memiliki banyak kesamaan. Baik itu budaya, agama bahkan ada sejumlah kosa kata yang sama dengan Uzbekistan,’’ kata Muzaffar S. Abdulazimov.

Untuk tahap awal kerjasama ini,   pihak Uzbekistan akan mempelajari pengelolaan wisata halal yang ada di NTB. Sebagai destinasi wisata halal terbaik dunia, NTB merupakan daerah yang tepat. Sehingga, dalam perkembangannya ke depan, akan banyak wisatawan Uzbekistan yang datang ke NTB atau sebaliknya.

Dengan pengelolaan yang baik di NTB ini,  Uzbekistan bisa belajar dan menerapkan seluruh sistem pengelolaan wisata halal di Bukhara. ‘’Kami punya direct fligt dari Jakarta ke Taskins, Uzbekistan,’’ katanya.

Sementara itu,  Wagub menjelaskan potensi yang dimiliki NTB sangat besar. Sehingga, masyarakat luar atau para investor akan semakin tertarik datang ke NTB.

Tidak hanya berwisata namun juga untuk berinvestasi. Apalagi Teluk Saleh, Moyo dan Tambora baru saja ditetapkan sebagai cagar biosfer dunia. Sehingga, NTB akan semakin dikenal di seluruh dunia.

‘’Terima kasih kepada Uzbekistan. Kita akan sama-sama belajar,’’ kata Wagub yang didampingi Kepala Biro Kerjasama,  M. Nur Aulia dan Kepala Dinas Pariwisata NTB,  H. L. Moh. Faozal,  S. Sos,  M. Si. (nas)