NTB Butuh Petani Muda

Mataram (suarantb.com) – Target menjadi lumbung beras nasional membuat Pemprov NTB harus bergerak mencari banyak bibit petani muda, di tengah banyaknya pemuda yang memilih mengejar status PNS ketimbang terjun ke sawah. Asisten II Setda NTB, Lalu Gita Ariadi menyebut rendahnya kesejahteraan petani menjadi dasar pilihan pemuda NTB ini.
“Petani itu adalah profesi terhormat. Ketika dari pertanian itu jelas ada uangnya, sama seperti profesi yang lain. Tentu semua akan turun kesana,” ucapnya.

Salah satu upaya yang bisa dilakukan pemerintah daerah adalah memastikan harga komoditi. Sehingga harga jual hasil produksi pertanian menjanjikan. Untuk kemudian menarik banyak pemuda untuk terjun dalam bidang pertanian. Selain itu, pola pertanian konvensional yang hanya komoditi mentah tidak akan menarik minat pemuda. “Kalau pertaniannya hanya konvensional, produksi saja, maka tingkat pendapatannya tidak menjanjikan. Tentu pemuda tidak akan tertarik,” katanya.

Iklan

Oleh karena itu, perlu dilakukan hilirisasi. Demikian istilah yang digunakan Gita sebagai usaha dalam rangka menciptakan nilai tambah suatu komoditi. “Pertanian yang lebih dari yang konvensional, tentu pemuda juga tertarik untuk terjun kesana. Terlebih jika hasil produksinya bisa mendapat akses pasar yang baik,” timpalnya.

Inovasi dari petani-petani muda ini juga dibutuhkan untuk bisa menguasai pasar. Dan terkait harga penjualan dari komoditas yang dihasilkan, seharusnya petani juga lebih mengerti harga. “Makanya pemuda harus mengerti harga, mereka bisa googling harga. Sekarang pasar bebas kan, siapa tahu pasar maka dia jadi raja. Petani muda yang paham IT ini harusnya lebih tahu itu,” tambahnya.

Terkait petani muda ini, Gita juga meminta agar media lebih mengekspose sosok petani muda berhasil di NTB. “Virus kesuksesan di bidang pertanian ini yang harus kita kampanyekan terus. Supaya pemuda-pemuda yang lain terinspirasi. Daripada jadi TKI, lahan kita ini lebih menjanjikan,” pungkasnya. (ros)

  Pertamina Dorong Pembayaran Non Tunai di Masa Pandemi

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here