NTB Bisa Jadi Percontohan Pengelolaan Potensi Gurita

Dalam keterangan pers disebutkan bahwa dalam lima tahun terakhir, tingkat penangkapan dan ekspor gurita naik tajam. Negara tujuan ekspor adalah China, Italia dan Amerika Serikat. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB tengah didorong menjadi provinsi percontohan untuk pengelolaan potensi sumber daya kelautannya, salah satunya gurita. Lembaga yang saat ini fokus melakukan pendampingan ke kelompok masyarakat di dua lokasi di NTB adalah Yayasan Pesisir Lestari (YPL), dan Juang Laut Lestari (JARI).

Didukung oleh Komite Perikanan Berkelanjutan dan Dinas Kelautan dan Perikanan Provinsi NTB. YPL dan JARI kembali akan menyelenggarakan Pekan Gurita 2021 sebagai acara tahunan yang diselenggarakan setiap bulan Oktober. Gurita merupakan biota laut yang pertumbuhannya relatif cepat yaitu dua kali lipat setiap bulannya dan memiliki umur yang singkat.

Iklan

Di Indonesia, penangkapan gurita masih dilakukan secara tradisional dan intensif. Kegiatan perikanan gurita hampir tersebar diseluruh wilayah perairan Indonesia. Gurita termasuk komoditas perikanan yang memiliki nilai yang tinggi baik nilai nutrisi maupun nilai jualnya. Dalam keterangan pers kemarin, Taufik Hisbunhaq dari JARI, bersama Ketua Komite Perikanan Berkelanjutan, dr, Sitti Hilyana. Ketua Prodi Biologi, Didik Santoso, dari YPL Rayhan Dudayef dan Roosa Sibarani  serta Kepala Bidang Perikanan Tangkap Dinas Kelautan Perikanan NTB, Sasi Rustandi dipaparkan, dalam lima tahun terakhir, tingkat penangkapan dan ekspor gurita naik tajam. Negara tujuan ekspor adalah China, Italia dan Amerika Serikat.

Secara nasional, produksi gurita mencapai 10.800 ton/tahun. Sementara di NTB, produksinya hanya 46 ton dari total potensi 493 ton/tahun. Gurita adalah biota laut yang hidup dan berkembang di karang-karang. Artinya, dengan melakukan pengelolaan yang lebih baik terhadap potensi gurita ini, sama halnya menyelamatkan habitatnya, terumbu karang. Sehingga perlu menjadi perhatian bersama.

Informasi tentang perikanan gurita sangat penting bagi pemangku kepentingan untuk mengelola komoditas ini. Pendataan partisipatif yang dilakukan bersama masyarakat telah menghasilkan data perikanan gurita yang sangat komprehensif untuk mendorong pengelolaan perikanan gurita skala kecil berbasis masyarakat. Diharapkan kedepannya pemerintah melalui dinas-dinas terkait memiliki database perikanan yang dapat digunakan untuk mengeluarkan kebijakan pengelolaan perikanan gurita di Indonesia.

Di tingkat masyarakat, pengelolaan perikanan gurita juga sangat penting agar kegiatan ini bisa berkelanjutan tidak hanya untuk mensejahterakan nelayan gurita tapi juga untuk menjaga habitat gurita yaitu ekosistem terumbu karang.  Untuk itu pengakuan hukum terkait pengelolaan di tingkat desa penting untuk mendorong kesejahteraan dan keberlanjutan perikanan masyarakat.

Adapun, tujuan diadakannya Pekan Gurita adalah untuk memberi wawasan dan pemahaman masyarakat umum tentang perikanan gurita dan bagaimana pengelolaan gurita ini bisa membawa manfaat bagi masyarakat pesisir. Delapan kegiatan selama Pekan Gurita 2021 adalah Penetapan kawasan pengelolaan, Menjaga rumah gurita. Pendataan partisipatif. Pelatihan Safety at Sea bagi nelayan gurita . Kampanye menabung. Edukasi tentang gurita ke sekolah. Pengenalan kuliner gurita .  dan Lomba mendesain alat pancing gurit.

“Kenapa gurita harus dikelola sebaik mungkin dan diatur regulasinya sejak dini? jangan sampai seperti lobster yang sudah over exploited, baru diatur. Pendampingan pengelolaan potensi sumberdaya gurita di dua titik di NTB ini bisa diharapkan sebagai percontohan untuk diadopsi di tempat-tempat lainnya,” demikian Taufiq. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional