NTB Berpotensi Jadi Pusat Ekspor Sarang Burung Walet Nasional.

 Teten Masduki (Suara NTB/ist)

MENTERI Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM), Teten Masduki, melihat potensi besar yang dimiliki NTB terkait pengembangan usaha sarang burung walet. Bahkan ia mengaku optimis jika usaha sarang burung walet bisa dikembankan serius di daerah ini, bukan tidak mungkin kedepan NTB bisa menjadi salah satu pusat ekspor sarang burung walet nasional.

Saat mengunjungi Kampung Walet di Desa Kateng Kecamatan Praya Barat, Lombok Tengah (Loteng), Minggu, 21 November 2021, bersama Gubernur NTB, Dr. H. Zulkiefliemansyah dan Wabup Loteng, Dr. H. M. Nursiah, S.Sos.M.Si., Teten mengatakan pasar sarang burung walet sangat terbuka. Tidak hanya di dalam negeri, tetapi juga luar negeri.

Iklan

Bahkan, pemerintah pusat telah menetapkan sarang burung walet sebagai salah satu komoditi ekspor unggulan. Selain karena nilai ekonominya yang tinggi, peminat sarang burung walet sangat besar. Disatu sisi, kemampuan produksi sarang burung walet secara nasional masih terbatas.

Sehingga pihaknya berharap kedepan, NTB bisa mengambil porsi yang lebih besar lagi. Dalam upaya memenuhi kebutuan ekspor sarang burung walet nasional. Mengingat, potensi besar yang dimiliki NTB terkait pengembangan usaha sarang burung walet tersebut.

Tidak kalah penting, lanjut Teten ialah bagaimana kedepan ekspor sarang burung walet tidak hanya dalam bentuk bahan baku mentah saja. Tapi sudah dalam bentuk produk turunan lainnya. Melalui revitalisasi dan modernisasi produk sarang burung walet.

Apakah itu dalam bentuk makanan atau minuman maupun bentuk turunan lainnya. Karena kalau sudah dalam bentuk produk turunan, nilai ekonominya jauh lebih tinggi. “Sarang burung walet itu bisa diolah menjadi berbagai macam produk. Dan, biasanya nilainya ekonomi sangat tinggi. Karena dalam bentuk bahan baku saja sudah mahal, apalagi sudah menjadi produk turunan,” terangnya.

Memang untuk mencapai target tersebut butuh perjuangan dan kerja keras. Ditengah berbagai keterbatasan yang dimiliki para pelaku usaha pengembangan sarang burung walet. Melihat hal itu, pemerintah pusat sudah berkomitmen untuk memberikan perhatian serius dalam hal pengembangan usaha sarang burung walet.

Salah satunya dengan menyiapkan permodalan bagi para pelaku usaha sarang burung walet. Termasuk peningkatan kapasitas dan kemampuan sumber daya manusia (SDM) pengolahan sarang burung walet itu sendiri. Agar program yang disiapkan bisa optimal, pihaknya menyarankan agar para pelaku usaha sarang burung walet bisa membentuk wadah, berupa koperasi.

Melalui wadah koperasi itulah nantinya pemerintah bisa menyalurkan program yang dibutuhkan. baik itu yang berkaitan dengan permodalan maupun peningkatan kapasitas dan kemampuan SDM pengelola sarang burung walet. “Kalau sudah ada wadah koperasi, kita akan lebih mudah dalam hal penyaluran program. Sehingga penting ada wadah yang bisa menampung para pelaku usaha pengembangan sarang burung walet ini,” ujarnya.

Keberadaan wadah tersebut juga penting dalam upaya mengantisipasi perang harga antar para pelaku usaha pengembangan sarang burung walet. Bila perlu untuk memenuhi kebutuhan ekspor, bisa melalui wadah koperasi. Jadi semua pelaku usaha pengembangan sarang  burung walet terwadah. Harga juga bisa dikendalikan. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional