NTB Bangun Pabrik Pakan Berkapasitas 50 Ton Sehari

Ilustrasi ternak dengan pakannya. (Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Untuk menciptakan nilai tambah bagi petani, Pemprov terus menggenjot industrialisasi di sektor pertanian. Tahun ini, mulai dibangun pabrik pakan ternak kapasitas 50 ton sehari di Science Technology and Industrial Park (STIPark) NTB di Banyumulek Lombok Barat (Lobar).

Pembangunan pabrik pakan tersebut diharapkan dapat menarik para pemodal menanamkan investasinya dalam industrialisasi sektor pertanian.

Iklan

‘’Sekarang masih ditender. Pengelolaan pabrik pakan itu nanti dengan memerankan BUMD (Badan Usaha Milik Daerah) yang di kita,’’ kata Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan (Distanbun) NTB, Ir. H. Husnul Fauzi, M.Si dikonfirmasi Suara NTB, Minggu, 30 Agustus 2020.

Husnul mengatakan, pabrik pakan tersebut akan dibangun di STIPark NTB. Setelah selesai dibangun, kemudian akan dikelola oleh BUMD milik Pemprov NTB. ‘’Kapasitas pabrik pakan itu 50 ton sehari. Bahan bakunya 50 persen dari jagung,’’ tandasnya.

Pembangunan pabrik pakan merupakan program prioritas Gubernur dan Wakil Gubernur NTB, Dr. H. Zulkieflimansyah, SE, M. Sc dan Dr. Ir. Hj. Sitti Rohmi Djalilah, M. Pd di bidang industrialisasi tahun 2019 yang harus terwujud tahun 2020.

Pada 2019, Gubernur  menginstruksikan Kepala OPD untuk mewujudkan sejumlah program strategis di tahun 2020. Seperti mewujudkan pabrik pakan ternak, Gubernur menunjuk langsung tiga pimpinan OPD  untuk mewujudkan misi pendirian pabrik pakan ternak.  Tiga pimpinan OPD itu adalah Kepala Disnakeswan NTB, Kepala Dinas Penanaman Modal dan Perizinan Terpadu Satu Pintu (DPMPTSP) NTB dan Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan.

Selain target mendirikan pabrik pakan ternak, sejumlah target lain juga harus dicapai di tahun 2020. Seperti pembangunan kawasan industri yang dijanjikan oleh Bappenas. Gubernur menunjuk Kepala Bappeda NTB dan Kadis Perindustrian NTB untuk mengawalnya.

Kemudian Gubernur juga meminta Kepala Dinas Pariwisata agar mengawal pembukaan penerbangan langsung Singapura – Lombok dan Darwin – Lombok.  Selain itu, gubernur juga meminta agar pembangunan smelter di KSB agar segera dimulai. Ia meminta Kepala DPMPTSP dan Kepala Dinas ESDM  untuk mencurahkan perhatiannya.

Komitmen pendirian pabrik penggilingan padi oleh Bulog juga harus dimulai. Untuk target ini, gubernur secara khusus menunjuk Kepala Biro Perekonomian Setda NTB untuk mengawalnya. Sentra industri logam dan permesinan di Lotim juga masuk dalam daftar prioritas gubernur. Untuk mengawal rencana ini, gubernur  menunjuk Kepala Dinas Perindustrian  dan Kepala Dinas Koperasi dan UKM NTB untuk membuat rencana kerja yang terukur.

Kepada Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK), gubernur meminta agar rencana membangun pengolahan sampah dan industri pengolahan hasil hutan bisa direalisasikan. Kadis Perikanan dan Kelautan juga diminta memastikan agar NTB segera memiliki industri pengolahan hasil perikanan dan kelautan.

Selanjutnya, Kepala Dinas Perdagangan, gubernur meminta agar memastikan semua industri pengolahan yang dibangun terbuka dan tersedia pasarnya. Untuk target swasembada telur, diminta  kepada Kepala Disnakeswan dan Kepala Distanbun NTB untuk mengawal. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional