NTB Antisipasi Lonjakan Permintaan Tes Swab Jemaah Umrah

Ilustrasi Swab Antigen (ant/bali post)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah Arab Saudi akan kembali membuka ibadah Umrah untuk jemaah luar negeri mulai November mendatang. Diperkirakan, akan terjadi lonjakan permintaan layanan tes swab di NTB. Pasalnya, ada 2.000 calon jemaah umrah di daerah ini yang menunggu untuk diberangkatkan ke Tanah Suci.

‘’Kita siap melayani tes swab jemaah umrah. Itu prioritas. Dan kita punya lima laboratorium PCR milik pemerintah  di NTB. Belum lagi laboratorium PCR yang swasta,’’ ujar Kepala Bidang Pencegahan Pengendalian Penyakit dan Lingkungan (P3L) Dinas Kesehatan NTB, IDG. Oka Wiguna, SKM., M. Kes., dikonfirmasi Suara NTB, Selasa, 13 Oktober 2020.

Iklan

Ia mengatakan, laboratorium PCR untuk layanan tes swab mandiri cukup memadai di NTB. Sehingga, ribuan jemaah umrah yang akan melakukan tes swab dipastikan akan dapat dilayani. Bahkan, ia memperkirakan akan banyak klinik yang akan melayani tes swab.

‘’NTB merupakan salah satu jemaah umrah yang cukup potensial. Kalau laboratorium PCR yang punya pemerintah lima, RSUD NTB, RSUD Kota Mataram, RS Unram, RSUD Selong dan STP Sumbawa,’’ sebutnya.

Untuk biaya swab, pemerintah telah menetapkan sebesar Rp900 ribu. Namun, untuk tes swab masyarakat yang merupakan hasil kontak tracing dari pasien positif Covid-19, Oka mengatakan akan digratiskan.

‘’Kalau yang tes swab mandiri, tak ada gejala apa-apa, karena persyaratan dokumen mau ke luar daerah. Itu tetap bayar Rp900 ribu. Sedangkan untuk tracing kontak tetap gratis.’’

Persatuan Travel Umrah dan Haji (PATUH) NTB mencatat lebih dari 2.000 calon jamaah umrah yang masih menunggu diberangkatkan ke Arab Saudi. Kanwil Kementerian Agama (Kemenag) NTB telah mendapatkan informasi bahwa Pemerintah Arab Saudi akan membuka ibadah umrah untuk jemaah luar negeri termasuk Indonesia mulai 1 November mendatang.

Namun, Kanwil Kemenag NTB masih menunggu regulasi dari Kemenag Pusat terkait standar operating procedure (SOP) pemberangkatan jemaah umrah, termasuk mengenai biaya yang diperkirakan akan bertambah atau naik.

Karena jemaah umrah yang akan diberangkatkan pasti akan diharuskan melakukan tes swab Covid-19. Untuk memastikan jemaah umrah yang diberangkatkan ke Arab Saudi benar-benar tidak terpapar virus Corona.

Kepala Kanwil Kemenag NTB, Dr. KH. Zaidi Abdad, M. Ag., menjelaskan, biasanya untuk pelaksanaan ibadah umrah tidak ada pembatasan jumlah jemaah, seperti ibadah haji. Namun, karena pandemi Covid-19, kemungkinan Pemerintah Kerajaan Arab Saudi akan membatasi jumlah jemaah umrah.

‘’Kalau dibatasi oleh Saudi, maka yang mengatur adalah Kementerian Agama. Bagaimana caranya. Tergantung nanti, kita tunggu regulasi dari Kementerian Agama,’’ katanya belum lama ini.

Zaidi Abdad menambahkan, pihaknya juga masih menunggu regulasi lebih lanjut dari Kemenag Pusat, terkait dengan biaya umrah. Ia memperkirakan biaya umrah akan bertambah atau terjadi kenaikan di masa pandemi saat ini. (nas)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional