NTB akan Produksi 1.000 Sepeda Listrik

Hj. Nuryanti.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Produksi massal sepeda listrik buatan putra-putri terbaik NTB akan mulai dilakukan. Rencananya tahun 2021, produksi ditargetkan seribu unit. Salah satu produsen sepeda listrik dengan merek ’’Le Bui’’ sudah diberikan kelonggaran berproduksi di Banyumulek. Di Sain Teknologi Industri Park (STIP).

Kepala Dinas Perindustrian Provinsi NTB, Hj. Nuryanti, SE, ME kepada Suara NTB di Bappeda NTB, Jumat, 18 September 2020 menyebut September 2020 ini produksi Le Bui terpusat di STIP. “Menggunakan fasilitas yang ada di STIP, satu tahun atau 2, 3 tahun bisa mandiri produksi, baru kita minta punya tempat mandiri,” ujarnya. Inkubasi bisnis bisa dilakukan di STIP.

Iklan

Ada konsultan-konsultan yang dilibatkan untuk membantu manajemen pemasaran dan quality control sepeda listrik. Selain Le Bui, kandidat sepeda listrik  buatan NTB adalah Matrik. Inisiasi dari PLN NTB. Pemprov NTB, kata kepala dinas, masih menunggu waktu yang pas dengan manajemen PLN untuk penandatanganan kerjasama. Untuk dilakukan Bimbingan Teknis (Bimtek) khusus memproduksi Metrik.

“Karena hak patennya masih di PLN, harus ada MoU dasarnya,” kata kepala dinas.

Lainnya, sepeda listrik buatan NTB adalah epeda listrik yang sudah diproduksi di NTB adalah ngebUTS. Dikembangkan oleh Universitas Teknologi Sumbawa (UTS). Rencana produksi sebanyak seribu unit tahun 2021 mendatang untuk mendorong semangat pelaku Industri Kecil Menangah (IKM) melakukan produksi.

Pemprov NTB melalui Dinas Perhubungan juga akan membuat regulasi untuk masuk e-catalog. Untuk memproduksi dalam jumlah banyak, laik jalannya juga dikeluarkan oleh Dinas Perhubungan. Untuk pemasaran, kata Hj. Nuryanti, tidak perlu khawatirkan. Meski harganya di kisaran Rp15 juta – Rp60 juta, di luar negeri harga jualnya hingga Rp100 juta lebih. Salah satu negara tujuan pengirimannya adalah Amerika Serikat.

“Kita dorong penjualan di daerah dulu. Kalau teman-teman kesulitan dana, kita dorong juga untuk akses kredit seperti kredit kendaraan pada umumnya. Kita bisa fasilitasi dengan pembiayaan-pembiayaan. Demikian juga untuk produksi, kita fasilitasi ke Bank NTB Syariah  tanpa jaminan Rp50 juta,” ujarnya. Pengembangan sepeda listrik di NTB adalah sejalan dengan Peraturan Presiden No 55 Tahun 2019 tentang percepatan program kendaraan bermotor listrik berbasis baterai. Yang kemudian menjadi dasar lebih kuat NTB mengembangkan kendaraan bermotor listrik roda dua dan empat. NTB menyiapkan diri menjadi pilot project nasional. Mengingat, target nasional 2030 mendatang Indonesia unggul dengan sektor otomotif, khususnya motor listrik. (bul)