NTB akan Jadi Wilayah dengan Teknologi Pertambangan Mutakhir di Dunia

Menteri ESDM didampingi Direktur Teknik dan Lingkungan Mineral dan Batubara, Direktorat Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian ESDM, Lana Saria, Gubernur NTB, H. Zulkieflimansyah dan Presiden Direktur AMMAN, Rachmat Makkasau foto bersama, di areal yang rencananya akan menjadi lokasi pembangunan smelter. (Suara NTB/Biro Humas Kementerian ESDM)

PT Amman Mineral Industri (AMIN) yang merupakan anak perusahaan PT. AMNT  menunjuk konsorsium China Non-ferrous Metal Industry’s Foreign Engineering and Construction Co., Ltd (NFC) sebagai kontraktor engineering, procurement dan construction (EPC) proyek smelter AMNT di KSB.

Selain itu, Amman turut menunjuk China Nerin Engineering Co., Ltd (NERIN) sebagai penyedia layanan teknis.

Iklan

Hal ini ditandai dengan penerbitan letter of intent (LoI) yang ditandatangani Kamis, 22 Juli 2021 lalu yang turut disaksikan Direktur Jenderal Mineral dan Batubara Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Ridwan Djamaludin.

NFC dan Nerin sebagai konsorsium kontraktor EPC terpilih, pada saat memasuki kontrak EPC LSTK, akan mengerjakan berbagai cakupan kerja. Mulai dari desain, engineering, procurement, fabrikasi struktur dan instalasi, konstruksi sipil, hingga commissioning, memulai jalannya operasional, serta meningkatkan kapasitas desain pabrik.

Proyek smelter dan PMR oleh AMIN ini termasuk salah satu Proyek Strategis Nasional di bawah koordinasi Kementerian Koordinasi Bidang Perekonomian Republik Indonesia. Keberadaan fasilitas pemurnian ini juga akan mendukung posisi Provinsi NTB sebagai wilayah dengan teknologi pertambangan mutakhir dalam peta dunia. Proyek fasilitas pemurnian oleh AMIN ini juga merupakan satu proyek Kawasan Industri Strategis yang dicanangkan oleh Pemprov NTB.

Lalu berapa jumlah tenaga kerja yang bisa diserap dari industri smelter? Kartika Octaviana, Head of Corporate Communications AMMAN, belum bisa merinci angka kebutuhan tenaga kerja di proyek strategis nasional ini. ‘’ Saat ini kami dalam tahap berkoordinasi dengan Konsorsium NFC/NERIN terkait dengan kebutuhan tenaga kerja serta formasi keahlian yang dibutuhkan dalam tahap konstruksi. NFC/NERIN adalah konsorsium Engineering, Procurement, dan Construction (EPC) yang dipilih untuk menjadi penyedia layanan teknis untuk pembangunan proyek smelter AMMAN,’’ jelas Kartika Octaviana, kepada Suara NTB, Jumat, 24 September 2021.

‘’Tentunya kami juga akan mempertimbangan serta mematuhi berbagai ketentuan yang berlaku, terkait dengan ketersediaan tenaga kerja untuk proyek smelter tersebut. Demikian juga halnya ketika dalam operasional, kami selalu berkomitmen untuk mematuhi ketentuan yang berlaku, baik di tingkat pusat maupun di tingkat kabupaten guna memastikan proyek ini berjalan dengan lancar serta dapat membawa dampak positif bagi negara maupun Kabupaten Sumbawa Barat,’’ lanjutnya

Terkait dengan pelatihan tenaga kerja yang dibutuhkan nanti, AMMAN telah mempertimbangkan hal tersebut serta telah mulai menganalisa pelatihan yang akan dilakukan guna keperluan proyek smelter. Pelatihan-pelatihan yang dipersiapkan juga akan berkoordinasi dengan lembaga ahli di bidangnya, beserta pemerintah, sehingga tenaga kerja/SDM akan siap kerja dan kompeten, sehingga dapat meminimalisir risiko keselamatan kerja.

‘’Porsi tenaga kerja lokal, juga akan melihat kepada ketentuan dari Kabupaten Sumbawa Barat, dan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja setempat,’’ pungkasnya. (rak)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional