NTB akan Ekspor Chip Porang

Potensi lahan pengembangan porang mencapai ribuan hektar, ada juga yang saat ini sudah menghasilkan.(Suara NTB/ist)

Mataram (Suara NTB) – Provinsi NTB akan menjadi salah satu daerah penyedia porang ekspor. Dua negara yang menjadi tujuan ekspor adalah Amerika Serikat, dan Australia. Budidaya porang sudah intens dilakukan di Pulau Lombok, dan Pulau Sumbawa dalam beberapa waktu terakhir. Potensi lahan pengembangan porang mencapai ribuan hektar, ada juga yang saat ini sudah menghasilkan.

Astra International juga turut menggandeng Petani Pegiat Porang Nusantara (P3N) dan Prof. Suwarji dari Universitas Mataram intens melakukan pendampingan dan pembinaan kepada petani porang di Pulau Lombok. “Kita sudah siap ekspor dalam bentuk chip. Kita sudah didukung sama Astra sudah lumayan lama. Ada tim Astra yang akan mengekspor. Rencana ke Amerika,” ujar Ketua P3N, Puguh Dwi Friawan kepada Suara NTB di Mataram, Selasa, 13 Agustus 2021.

Iklan

Puguh menyampaikan, ekspor chip porang ke Amerika ini, akan dilakukan satu pintu oleh Astra. Bahan bakunya dipasok dari NTB dan Sulawesi.  Permintaannya 20 ton perbulan dalam bentuk chip (kripik) porang. “Insya Allah bisa dipenuhi permintaan itu, kita gabung untuk menyediakan bahan baku,” ujarnya.

Chip porang ini dihasilkan dari kerjasama dengan salah satu pabrik perajang porang menjadi chip. Pabrik ini beroperasi di Penakak, Masbagik Lombok Timur. Kapasitas pabriknya lumayan besar, dapat mengolah 75 ton perhari umbi porang.

Luas lahan pengembangan porang saat ini makin meluas. Di Lombok Utara saja, sudah ada 11 desa yang masyarakatnya mengembangkan porang.

Dengan luasan diperkirakan 300 hektar sampai 500 hektar. Di Lombok Tengah, kata Puguh, sudah ada 5.000 petani mulai tertarik membudidayakan porang. BNI menjadi satu-satunya perbankan yang juga ikut mendukung budidaya porang di NTB dengan penyediaan Kredit Usaha Rakyat (KUR) kepada petani.

Lebih lanjut Puguh menjelaskan, untuk persiapan ekspor chip porang ini, kata Puguh, buyer dari Amerika Serikat akan datang berkunjung untuk memastikan standarisasinya. Porang adalah komoditas tumbuhan berumbi dengan pasar sangat terbuka, terutama pasar luar negeri. Apalagi Australia juga mengajukan permintaan juga dalam bentuk chip porang. Rencananya untuk memenuhi kebutuhan dog food (makanan anjing). Berbeda halnya dengan permintaan dari Amerika, rencananya untuk bahan baku pakan bergizi tinggi.

Sebelumnya, Kepala Dinas Pertanian dan Perkebunan Provinsi NTB, Muhammad Riadi, mengatakan, potensi lahan pengembangan porang di NTB mencapai 40.000 –an hektar. Dengan lahan eksisting (yang sudah dimanfaatkan) seluas 1.900 hektar. Pengembangan lahan porang ini menurutnya diharapkan sebagai tanaman sela. Disela-sela tanaman kopi, cokelat, tidak mengunakan lahan pertanian sawah yang produktif.

Berbeda halnya dengan lahan-lahan yang ada naungan pohonnya, hasil produksinya akan lebih baik. Karena itu, ada harapan pemerintah daerah NTB, untuk lahan-lahan naungan yang ada di Pulau Lombok, maupun di Pulau Sumbawa di KPH (Kawasan Pengelolaan Hutan), masyarakat sekitanya dapat memanfaatkan dengan menanam porang. Sehingga reboisiasi juga lebih mudah dicapai.

Melihat potensi ekonomi porang ini, pemerintah daerah masih menunggu petunjuk pelaksanaan pengembangan porang di Indonesia. sebab Presiden Jokowi baru secara eksplisit menyampaikan komoditas perioritas pemerintah yang cukup potensial. (bul)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional