NTB Ajukan DSP Rp21 Miliar, Delapan Jembatan Putus dan Tujuh Tanggul Jebol Diterjang Banjir

Infografis kejadian bencana alam di masing-masing kabupaten/kota di NTB sejak 1 Januari - 24 Februari 2021. (Sumber : bpbdntb)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov NTB melalui Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) mencatat sebanyak delapan jembatan putus dan tujuh tanggul yang jebol akibat banjir yang menerjang daerah ini sejak Januari hingga 24 Februari 2021. Pemprov telah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung sesuai Surat Keputusan Gubernur No. 360-33 Tahun 2021, yang ditetapkan 1 Februari 2021.

Untuk penanganan dampak bencana tersebut, Pemprov NTB juga telah mengajukan bantuan Dana Siap Pakai (DSP) ke Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebesar Rp21 miliar. ‘’Sekitar Rp21 miliar DSP kita diajukan ke BNPB. Untuk penanganan jalan yang putus, jembatan rusak, termasuk pengadaan logistik,’’ kata Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD NTB, Ir. H. Ahmadi, SP-1., dikonfirmasi Rabu, 24 Februari 2021.

Iklan

Berdasarkan data BPBD NTB, sejak 1 Januari – 24 Februari 2021, jumlah masyarakat terdampak bencana alam di NTB sebanyak 67.909 jiwa, 2 orang luka-luka dan 2 meninggal dunia. Kemudian, sebanyak 239 rumah warga rusak. Dengan rincian rusak berat 77 unit, rusak sedang 33 unit dan rusak ringan 129 unit.

Selain itu, ada 30 fasilitas umum terdampak, 24 fasilitas pendidikan, 2 fasilitas kesehatan dan 4 fasilitas ibadah atau tempat ibadah. Serta, 8 jembatan putus, 6 ruas jalan rusak, dan 7 tanggul jebol.

Terhadap jembatan dan tanggul yang jebol, saat ini baru dilakukan penanganan darurat. Sehingga masyarakat tidak terisolir. Ia menyebut, sebanyak 8 jembatan yang putus, semuanya berada di kawasan Tambora.

Dari 8 jembatan yang putus, satiu jembatan yang besar. Yaitu Jembatan Kawinda Nae. Sedangkan tujuh jembatan lainnya kategori kecil atau deker atau gorong-gorong.

“Kebanyakan gorong-gorong yang rusak. Kalau jembatan yang besar itu di Kawinda Nae. Sementara yang lainnya ada yang  hanyut, ada tertimbun tanah sehingga airnya naik ke atas permukaan jalan,” terangnya.

Saat ini, ada empat kabupaten yang sudah menetapkan status tanggap darurat bencana banjir, tanah longsor dan angin puting beliung di NTB. Yaitu, Lombok Barat, Lombok Tengah, Sumbawa dan Bima. Sedangkan, enam kabupaten/kota lainnya masih berstatus siaga darurat. (nas)

Advertisement filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional