Nonton Pawai Taaruf, Siswi SMA Meninggal Tertimpa Pohon

Mataram (Suara NTB) – Naas menimpa Baiq Nanda Sari Ramdhani. Siswi SMA Negeri 2 Mataram ini, meninggal tertimpa pohon saat menonton pawai taaruf, serangkaian pelaksanaan MTQ ke-26 di Mataram, Jumat (29/7/2016) kemarin.

Kronologis kejadiannya, siswa kelas  XII IPA 1 ini bersama rekan – rekannya menonton  pawai taaruf, Jumat, 29 Juli 2016 di bawah pohon sawo manila di Jalan Langko Kota Mataram. Tiba – tiba, dahan pohon sawo yang sarat buah patah dan menimpa tiga orang siswa. Namun, korban tidak sempat menghindar sehingga dahan pohon menimpa kepala bagian belakangnya. Sementara, dua rekannya menghindar dan mengalami luka ringan.

Melihat kejadian tersebut, korban langsung dilarikan ke RSUD Kota Mataram. Sayangnya, nyawa korban tidak bisa tertolong dan meninggal saat dalam perjalanan menuju rumah sakit.

Pantauan Suara NTB di RSUD Kota Mataram, orangtua korban langsung histeris melihat putrinya sudah terbujur kaku. Sementara, rekan – rekan sekelasnya menangis  saat mobil ambulans membawa korban ke kediamannya di Lingkungan Irigasi Kelurahan Taman Sari, Kota Mataram.

Kepala Dinas Pendidikan, Pemuda dan Olahraga (Dikpora) Kota Mataram, H. Sudenom menjelaskan kronologi meninggalnya siswi SMAN 2 Mataram tersebut. Korban bersama rekannya menonton pawai taaruf dan tidak sempat menghindar saat ranting pohon patah. Korban kemudian berusaha dievakuasi dan dilarikan ke RSUD Kota Mataram, tapi meninggal dalam perjalanan. ‘’Kalau penanganannya sudah sesuai prosedur,’’ katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertamanan, HM. Kemal Islam mengatakan, kejadian tersebut murni kecelakaan. Sebab pihaknya, sudah berupaya melakukan penebangan dan lain sebagainya. Ia menduga patahnya ranting pohon manila tersebut akibat banyaknya buah. ‘’Kemarin malam saya bersama Pak Wali bersihkan rantingnya. Iya, namanya musibah kita ndak tahu,’’ kata Kemal.

Sementara itu,  guru pendamping SMA 2 Mataram, Sohib Maskuri, mengaku jika siswa-siswi yang datang ke arena pawai taaruf di Lapangan Sangkareang, merupakan arahan dari pihak sekolah. Mereka diminta untuk hadir meramaikan pawai taaruf.  Siswa-siswi yang diarahkan pihak sekolah berasal dari kelas XI dan XII. (cem/dys)