Nilai Ujian Siswa SDIT Al Hilmi Murni Hasil Kerja Keras Sendiri

Dompu (Suara NTB) – Sekolah Dasar Islam Terpadu (SDIT) Al Hilmi kembali menamatkan lulusan angkatan kedua di tahun ajaran 2017 – 2018 sebanyak 53 orang siswa. Pada lulusan pertama SDIT Al Himi, salah seorang siswanya berhasil memperoleh nilai 90,2 untuk mata pelajaran Matematika dan itu murni hasil kerjaan siswa dan tidak dibantu.

Prestasi yang ditorehkan siswa SDIT Al Hilmi selama ini hendaknya tidak membuat pihak sekolah puas diri. Meraih prestasi tidak sulit, tapi mempertahankan prestasi yang sulit.

Iklan

“Dengan tetap inovasi dan menjaga kreativitas, maka akan bisa mempertahankan prestasi yang sudah diraih,” demikian disampaikan Bupati Dompu, Drs H Bambang M Yasin yang diwakili oleh Asisten 1 Setda Dompu, Drs H Sudirman Hamid, M.Si saat menghadiri acara wisuda siswa SDIT Al Hilmi Dompu di gedung Samakai, Selasa, 15 Mei 2018.

Sudirman Hamid juga mengatakan, peran ustaz dan ustazah dalam memberikan motivasi kepada anak didiknya, itu menjadi dasar yang kuat bagi penyelenggaraan pendidikan di SDIT Al Hilmi. Sehingga para siswanya, tidak hanya memiliki kecerdasan intelegensia, tapi juga memiliki kecerdasan emosional dan spiritual.

“Kepada anak – anak yang diwisuda. Jangan berhenti untuk belajar, karena belajar itu sesuai perintah agama,” pesannya.

Ketua Yayasan As Syaf Dompu, drh Khairil Akbar, MSI pada kesempatan yang sama mengatakan, pada angkatan pertama SDIT Al Hilmi berhasil menamatkan 19 orang siswadan dukungan masyarakat akan keberadaan sekolah ini cukup besar. Ini ditandai dengan semakin banyaknya anak – anak yang disekolahkan di SDIT Al Hilmi dan tahun 2018 ini berhasil menamatkan 53 orang siswa.

Dukungan masyarakat terhadap SDIT Al Hilmi tidak lepas dari sistem pembelajaran yang diajarkan, tidak hanya untuk kecerdasan intelektualnya, tapi juga membangun kecerdasan emosional. Berbagai kegiatan ekstra kurikuler diberikan, mulai dari hafalan al Quran 2 juz, pembiasaan akhlak islami, sekolah alam melalui out bond, pengenalan tempat bersejarah, pramuka, berkemah dan lainnya.

“Perkembangan anak juga dikontrol melalui buku penghubung dan wali murid bisa selalu berkomunikasi dengan guru kelasnya. Itulah yang membedakan SDIT Al Hilmi dengan sekolah lain,” katanya.

Ia juga mengungkapkan, hidup di era tekhnologi dan sangat erat kaitannya dengan perkembangan anak – anak saat ini. Dari tekhlogi, berbagai informasi bisa didapat. Pengawasan orang tua dan guru, agar diarahkan ke perbuatan positif. “SDIT mengarahkan anak – anak tentang keimanan, karakter, dan memanfaatkan informasi,” terangnya.

Kepala SDIT Al Hilmi Dompu, Syamsul, S.Pd pada kesempatan yang sama menyampaikan, angkatan kedua SDIT Al Hilmi menamatkan 53 orang siswanya. Para siswa ini rata – rata sudah lancar membaca dan memahami bacaannya. Mereka juga sudah banyak menghafal Al Quran dan dibiasakan dengan nilai – nilai kejujuran.

“Nilai ujian yang diperoleh anak merupakan murni hasil pekerjaan mereka sendiri. Tidak ada istilah dibantu dan kita harus menghargai seberapapun nilainya,” terangnya.

Untuk lulusan angkatan pertama sebanyak 19 orang, rata – rata memiliki nilai diatas 75. Bahkan ada salah satu siswa memiliki nilai mata pelajaran Matematikanya 90,2. Sementara untuk lulusan tahun ini dari akumulasi nilai mata pelajaran semester 1 – 6 diatas rata – rata 75. (ula/*)