Nilai TPPU Terpidana Kurir Sabu 3,3 Kg Bisa Membengkak

Made Yogi Purusa Utama. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Terpidana kurir 3,3 kg sabu Sahrul Ramdhan alias Tio sudah menjadi tersangka tindak pidana pencucian uang. Nilai TPPU yang terlacak awalnya Rp700 juta. Namun, angka itu bisa membengkak menjadi lebih besar. Seiring terus berlanjutnya penelusuran. “Untuk TPPU-nya Tio, berkas perkaranya sudah kita limpahkan ke jaksa. Masih diteliti kelengkapannya,” ucap Kasatresnarkoba Polresta Mataram AKP Made Yogi Purusa Utama, dikonfirmasi kemarin Minggu, 6 Juni 2021.

Dia menjelaskan, dalam berkas tersebut ada beberapa saksi yang terkait dengan aliran uang. Baik dari Tio maupun sebaliknya. Khususnya, yang terlacak melalui riwayat transaksi perbankan. Diantaranya, transaksi dengan bandar yang diduga atasan Tio, Elis alias ES. “Kalau nilai pastinya belum bisa kita sebut karena ini masih berkembang terus. Nanti juga ada penelusuran dari PPATK (Pusat Pelaporan Analisis Transaksi Keuangan),” jelas Yogi.

Iklan

Untuk sementara, harga tidak bergerak milik Tio yang diduga dibeli dari hasil berjualan narkoba sudah disita. Antara lain, satu unit rumah elit di Bendega, Tanjung Karang, Ampenan, Mataram, berikut furnitur, alat elektronik, dan koleksi pribadi seperti alat musik dan sepatu sneaker. Aset rumah 80 meter persegi dan tanah 124 meter persegi itu nilainya harus ditaksir lagi oleh akuntan publik. Meskipun, aset rumah dibeli Tio yang bekerja sebagai penjaga toko pakaian ini secara tunai pada tahun 2019 lalu seharga Rp Rp585,2 juta. “Harus di-appraisal dulu,” sebut Yogi.

Tio merupakan terpidana kasus peredaran narkoba dengan barang bukti sabu seberat Rp3,3 kg. Dia dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun. Pengadilan Negeri Mataram juga memberi vonis denda sebesar Rp1,4 miliar subsider enam bulan kurungan. Sementara bosnya, ES alia Elis ditangkap Polda NTB di Banyuwangi, Jawa Timur Maret lalu. Elis kabur sejak Tio tertangkap. Pelariannya ke berbagai tempat mulai dari Makassar, Sulawesi Selatan; Denpasar, Bali; kemudian berakhir di Banyuwangi.

Sementara Tio ditangkap di Jalan Amir Hamzah, Karang Sukun, 29 Juli 2020 usai mengambil barang di salah satu kantor pengiriman paket kilat. Sahrul Ramdhan alias Tio dijatuhi hukuman penjara selama 20 tahun. Pengadilan Negeri Mataram juga memberi vonis denda sebesar Rp1,4 miliar. apabila tidak dibayar maka wajib diganti dengan kurungan selama enam bulan. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional