Nilai SKD Peserta PPPK Kota Bima Masuk 10 Besar Nasional

Abdul Wahid. (Suara NTB/Jun)

Bima (Suara NTB) – Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Bima, mencatat dua orang peserta Seleksi Kompetensi Dasar (SKD) CPNS dan PPPK dengan nilai tertinggi tahun ini. Bahkan satu di antaranya, yakni Adi Yudiyanto masuk peringkat 10 besar nasional setelah memperoleh nilai 637 poin. Adi merupakan pelamar PPPK non guru dengan formasi jabatan Administrator Database Kependudukan pada Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil (Disdukcapil) Kota Bima.

Kepala BKPSDM Kota Bima, H. Abdul Wahid kepada Suara NTB di kantornya, Jumat, 8 Oktober 2021 menyampaikan, jika melihat rilis perolehan nilai SKD PPPK dari BKN RI, Adi Yudiyanto besar kemungkinan masuk peringkat 10 besar. Capaian itu sekaligus menggeser peserta peringkat tujuh nasional dari Kabupaten Lampung Selatan, yang mana hanya memperoleh nilai SKD 631 poin. “Rilis terakhir dua hari lalu sebelum penyelenggaraan SKD PPPK kita, peringkat tujuh nasional itu angkanya 631,” ungkapnya.

Iklan

Kendati Adi Yudiyanto berpeluang besar menempati peringkat tujuh nasional. Namun mengingat pelaksanaan SKD PPPK non guru ini masih berlangsung pada beberapa daerah di Indonesia. Abdul Wahid mengatakan, kemungkinan untuk berubah bisa terjadi.

Sementara untuk formasi CPNS di Kota Bima, peserta dengan nilai tertinggi yakni Cici Dwi Hastianingsih Haris Putri. Ia pelamar jabatan Ahli Pratama Apoteker di Puskesmas Paruga dengan nilai 460. “PPPK ini masih dinamis karena banyak daerah lain juga yang belum. Jadi ini hasil sementara,” jelasnya.

Disinggung data peserta SKD CPNS yang berhak mengikuti Seleksi Kompetensi Bidang (SKB), Abdul Wahid menegaskan, karena saat ini dalam proses perangkingan oleh BKN RI, pihaknya belum bisa memastikan. Namun pada intinya, untuk satu formasi hanya tiga orang yang lulus passing grade dengan nilai tertingi yang memiliki kesempatan untuk mengikuti tahap berikutnya.

Sementara formasi PPPK, karena mereka hanya satu kali tes maka peserta dengan nilai tertinggi langsung dinyatakan lulus pada jabatan yang diambil. “Kalau untuk yang gugur karena tidak hadir, ada sekitar puluhan orang. Sedangkan tertunda akibat positif Covid-19 ndak ada,” pungkasnya. (jun)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional