Nilai KUA PPAS RAPBD NTB 2019 Menurun

Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pembahasan Kebijakan Umum Anggaran dan Prioritas Plafon Anggaran Sementara (KUA-PPAS) RAPBD NTB tahun 2019 oleh Tim Anggaran Pemerintah Daerah (TAPD) dan Badan Anggaran (Banggar) DPRD NTB, masih belum mencapai titik temu.

Pertemuan antara TAPD dengan Banggar, Jumat, 2 November 2018 kemarin di gedung rapat Banggar DPRD NTB, belum mencapai kesepahaman. Banggar belum mau menerima dokumen KUA-PPAS yang diajukan TAPD, karena harus direvisi.

Iklan

“Kita akan bahas lagi besok, karena belum tuntas sehingga kami kembalikan lagi tadi ke TAPD,” ujar Ketua DPRD NTB, Hj. Baiq Isvie Rupaeda yang dikonfirmasi usai rapat dengan TAPD, Jumat, 2 November 2018 kemarin di DPRD NTB.

Disampaikan Isvie, yang menjadi poin dalam pembahasan dengan TAPD yakni dewan meminta program dari Gubernur NTB, Dr. Zulkieflimansyah. Pasalnya yang menjadi landasan dalam penyusunan KUA-PPAS oleh TAPD masih berdasar RPJMD sebelumnya.

“Yang punya KUA ini kan pak Zulkieflimansyah, jadi harus dimasukkan programnya, meskipun konsep RPJMD gubernur belum ditetapkan. Makanya kita minta menggunakan Pergub sebagai dasarnya,” jelas Isvie.

Disampaikan Isvie bahwa nilai KUA-PPAS RAPBD 2019, mengalami penurunan dibandingkan dengan APBD-P 2018. Disebutkan Isvie, nilai Plafon Anggaran 2019 sekitar Rp 5,1 triliun.

“Yang jelas mengalami penurunan dari APBD kita sebelumnya. Karena pendapatan kita turun,” katanya.

Isvie memastikan pembahasan RAPBD 2019 dilakukan dengan disiplin. Karena target penetapan APBD 2019 pada tanggal 30 November. “Jadwal harus disiplin, dilaksanakan agar pembahasan sesuai dengan target,” pungkasnya. (ndi)