Nilai Ekspor Naik di Tengah Pandemi Pemprov Dorong Gili Mas Jadi Pelabuhan Ekspor

Fathurrahman (Suara NTB/nas)

Mataram (Suara NTB) – Pemprov mendorong PT. Pelindo III Cabang Lembar untuk menjadikan Pelabuhan Gili Mas menjadi pelabuhan ekspor di NTB. Sehingga, komoditas ekspor asal NTB tak lagi dikirim lewat daerah lain.

‘’Kita ingin ekspor langsung dari NTB. Kita harapkan percepaatan agar Gili Mas bisa sebagai pelabuhan ekspor yang lebih maksimal,’’ ujar Kepala Dinas Perdagangan NTB, Drs. H. Fathurrahman, M. Si., dikonfirmasi di Kantor Gubernur, Selasa, 3 Agustus 2021 kemarin.

Iklan

Selama ini, kata Fathurrahman, Pelabuhan Gili Mas sudah digunakan untuk tempat sandar barang dan penumpang dari Banyuwangi dan Surabaya. Ia mengatakan, sudah berkomunikasi dengan PT. Pelindo III Cabang Lembar.

‘’Sudah kita komunikasikan. Tinggal bagaimana sekarang Pelindo, siapa yang berkenan menjadi operator di Pelabuhan Gili Mas. Karena sia-sia juga kalau tidak ada kegiatan ekspor di sarana secanggih itu, kalau tidak diperuntukkan untuk pelabuhan ekspor,’’ katanya.

Fathurrahman mengatakan komoditas ekspor di NTB potensinya cukup besar. Bahkan, jika Gili Mas dijadikan pelabuhan ekspor, maka komoditas ekspor dari Manggarai, NTT dan Sumbawa  bisa dikirim lewat NTB.

‘’Karena memang mereka lebih cepat ke NTB daripada ke Kupang. Selama ini, dia komoditas dari sana diangkut menggunakan truk-truk ke Mataram dari Bima,’’ terangnya.

Ia menambahkan, meningkatnya ekspor NTB ke luar negeri di tengah pandemi Covid-19 disebabkan strategi yang dilakukan saat ini. Setiap adanya komunikasi dengan buyer-buyer luar negeri selalu jadi.

‘’Kita dibantu kerja sama dengan BI, Bea Cukai, Karantina, Pelindo. Kalau ada yang tersumbat, bisa kita selesaikan secara bersama-sama. Sehingga waktu yang ditempuh tak terlalu lama. Sehingga memberikan kepercayaan kepada buyer-buyer di luar negeri,’’ ucapnya.

Ia menyebutkan, komoditas ekspor NTB yang cenderung mengalami peningkatan yaitu kopi, vanili, rumput laut, mitiara dan kerajinan ketak. Bahkan, kerajinan ketak pangsa pasarnya sudah menembus Eropa dan Timur Tengah.

‘’September atau awal Oktober akan dikirim ke Arab Saudi 39.000 pcs atau dua kontainer. Sedang dalam proses pengerjaan,’’ terangnya.

Berdasarkan data BPS, nilai ekspor Provinsi NTB bulan Juni 2021 sebesar US$ 119.203.978, mengalami kenaikan sebesar 157,04 persen jika dibandingkan dengan ekspor Bulan Mei 2021 yang bernilai 46.376.124 dolar Amerika. Nilai ekspor Bulan Juni 2021 yang terbesar ditujukan ke Korea Selatan sebesar 38,92 persen, Jepang sebesar 20,09 persen kemudian disusul China yaitu sebesar 19,45 persen.

Kelompok komoditas ekspor Provinsi NTB yang terbesar pada Bulan Juni 2021 adalah Barang Galian/Tambang Non Migas sebesar US$ 116.226.264 (97,50 persen), Ikan dan Udang sebesar 1.455.823 dolar Amerika (1,22 persen), Perhiasan/Permata sebesar 1.156.863 dolar Amerika (0,97 persen), Garam, Belerang, Kapur sebesar 234.456 dolar Amerika (0,20 persen), serta Daging dan Ikan Olahan sebesar 68.738 dolar Amerika (0,06 persen).

Sedangkan nilai impor pada Bulan Juni 2021 sebesar 10.875.952 dolar Amerika. Impor mengalami kenaikan sebesar 277,99 persen dibandingkan dengan impor Bulan Mei 2021 sebesar 2.877.311 dolar Amerika. Sebagian besar Impor berasal dari Jepang (43,70 persen), Singapura (10,42 persen), Amerika Serikat (9,13 persen), Filipina (8,95 persen), dan Jerman (6,98 persen).

Kelompok komoditas impor dengan nilai terbesar adalah Karet dan Barang dari Karet (43,85), Mesin-mesin/ Pesawat Mekanik (21,42 persen), Bahan Bakar Mineral (9,85 persen), Mesin / Peralatan Listrik (9,76 persen), serta Bahan Peledak (8,71). (nas)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional