Nilai Ambang Batas Seleksi CPNS 271

H. Ahmad Mujahiddin. (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Pemerintah pusat dalam hal ini, Kementerian Pendayagunaan Aparatur Sipil Negara dan Reformasi Birokrasi KemenPANRB) telah menetapkan nilai ambang batas seleksi penerimaan pegawai negeri sipil (CPNS). Pelamar harus memperoleh skor 271 untuk seleksi kompetensi dasar (SKD). Sistem perangkingan tetap menjadi syarat untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang (SKB).

Kepala Bidang Pengembangan Aparatur pada Badan Kepegawaian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BKPSDM) Kota Mataram, H. Ahmad Mujahiddin menjelaskan, sesuai Peraturan PermenpanRB Nomor 27 Tahun 2021 tentang pengadaan CPNS terdapat perubahan dari komposisi soal, waktu serta penilaian. Perbedaan itu dari jumlah soal yang sebelumnya 100 ditambah menjadi 110. Waktu pengerjaan soal sebelumnya 90 menit ditambah menjadi 100 menit.

Iklan

Selain itu, penilaian tes wawasan kebangsaan sebelumnya persentasenya 35 persen turun menjadi 30 persen, tes integensi umum yang dulunya 30 persen bobotnya naik menjadi 35 persen dan sisa tes kepribadian. “Jadi ada sedikit perubahan dari bobot soal dan waktunya,” jelas Muja dikonfirmasi di ruang kerjanya akhir pekan kemarin.

Sebagai syarat mengikuti tes selanjutnya, pelamar CPNS harus memperoleh nilai passing grade atau ambang batas 271. Ketentuannya adalah, pelamar harus bisa memperoleh nilai TKP 126, TIU 80 dan TWK 65. Muja mengatakan, sistem perangkingan setiap formasi masih jadi pedoman. Contohnya, apabila di satu formasi terdapat lima pelamar yang memenuhi nilai ambang batas, maka akan dicari tiga tertinggi untuk mengikuti seleksi kompetensi bidang. “Jadi tetap perangkingan itu,” ucapnya.

Dijelaskan Muja, perubahan sistem penilaian oleh KemenpanRB karena memasukkan penilaian radikalisme, jejaring sosial dan sistem informasi. Hal ini harus diketahui oleh pelamar.

Disinggung apakah nilai SKD yang diperoleh pelamar pada seleksi CPNS tahun 2020 masih dijadikan acuan pada seleksi tahun ini? Dikatakan, hasil tes SKD itu sudah tidak digunakan lagi. Dalam PermenPANRB tidak mengatur hal itu, sehingga pelamar harus berjuang dari nol untuk mendapatkan skor tertinggi pada SKD. (cem)

AdvertisementJasa Pembuatan Website Profesional