Nilai AKIP Sumbawa di atas Rata-rata Nasional

Sumbawa Besar (Suara NTB) – Mewakili Bupati, Staf Ahli Perekonomian, Drs. H. Muhammading menyampaikan, Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah (AKIP) di lingkungan Pemkab Sumbawa, berdasarkan hasil evaluasi yang dilakukan Inspektorat Provinsi NTB dan Kemen-PAN RB, memperoleh nilai cc (akuntabilitas kinerjanya cukup baik, taat kebijakan, memiliki sistem yang dapat digunakan untuk memproduksi informasi kinerja untuk pertanggung jawaban, perlu beberapa perbaikan tidak mendasar).

Nilai ini secara komparatif berada di atas rata-rata Nasional dan Provinsi NTB.  Namun secara absolut nilai ini perlu terus ditingkatkan.

Iklan

Hal itu disampaikannya dalam Rakor Teknis Akuntablitas Kinerja untuk Penyusunan IKU, Selasa, 8 November 2016. Untuk mendukung penerapan SAKIP (Sistem Akuntabilitas Kinerja Instansi Pemerintah) tersebut, berdasarkan rekomendasi umum hasil evaluasi, yang perlu mendapat perhatian yakni kualitas perencanaan strategis. Kemudian keselarasan antardokumen perencanaan yaitu RPJMD dengan renstra, rencana kinerja tahunan, penetapan kinerja. Kualitas Indikator Kinerja Utama (IKU), Kualitas Pelaporan Kinerja (LKJIP), kualitas evaluasi akuntabilitas kinerja secara internal terhadap SKPD, pemanfaatan berbagai dokumen akuntabilitas kinerja dalam manajemen Pemerintahan. Sehingga dari hasil evaluasi, maka semua permasalahan tersebut perlu direkonstruksi dalam implementasi SAKIP di lingkungan Pemkab Sumbawa.

Sementara Bagian Organisasi Setda Sumbawa menjelaskan kegiatan ini untuk memantapkan pemahaman sekaligus komitmen perangkat daerah lingkup Pemkab mengenai sistem akuntabilitas kinerja dan IKU. Serta meningkatkan pemahaman perangkat daerah mengenai pelaporan dan evaluasi AKIP. Dalam hal pelaporan kinerja, berdasarkan evaluasi tahun 2016 tentang ketaatan penyusunan laporan, bahwa masih terdapat perangkat daerah yang menyampaikan dokumen tidak tepat waktu. Untuk mendukung terwujudnya peningkatan tertib administrasi pelaksanaan SAKIP bagi Pemkab Sumbawa maka perlu secara kontinyu dilakukan koordinasi yang salah satunya melalui Rapat Koordinasi Teknis. (arn)

  20.000 Ton Limbah Batu Bara Bisa Dikelola BUMD

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here