Nilai “Assessment” Rendah, Pejabat Harus Siap Turun Jabatan

Mataram (suarantb.com) – Bagi pejabat yang memiliki nilai hasil pengujian dan penilaian (assesment) rendah, maka mereka harus siap turun jabatan. Demikian ditegaskan Wakil Walikota Mataram, H. Mohan Roliskana, Senin, 10 Oktober 2016. Pemkot Mataram akan melaksanakan assessment terhadap ASN eselon II, III dan IV sebelum mutasi besar dilaksanakan akhir tahun ini.

Perubahan Organisasi Perangkat Daerah (OPD) juga memaksa Pemkot Mataram melakukan pergeseran bahkan penurunan jabatan terhadap beberapa pejabat di SKPD terkait, khususnya bagi eselon II. Atas dasar itulah para jabatan diminta siap menerima konsekuensi tersebut.

Iklan

Kendati demikian Mohan mengatakan keputusan dari tim assesor tentu menjadi pertimbangan utama dalam penempatan jabatan nantinya. Pihaknya meyakini tim assesor tersebut memberikan penilaian berdasarkan pertimbangan-pertimbangan profesional.

Mohan juga menyebutkan untuk mengisi pimpinan SKPD baru, terdapat dua atau tiga kandidat yang akan berkompetisi menduduki jabatan pimpinan. Para pejabat pun harus menerima kenyataan bahwa penempatan mereka akan disesuaikan dengan sistem peringkat yang didasari pertimbangan kualifikasi, kompetensi dan kinerja. “Akan kompetitif nanti, tergantung dari hasil assessment nanti,” jelasnya.

Dalam kesempatan tersebut Mohan juga meminta camat dan lurah meningkatkan inovasi dan kreativitas, mengingat jabatan tersebut bersentuhan langsung dengan masyarakat. Camat dan lurah berperan penting untuk menyerap aspirasi masyarakat. Oleh karena itu, jabatan tersebut semestinya menjadi sumber inovasi bagi Pemkot Mataram dalam meningkatkan pelayanan dan kinerja.

Diakui ia banyak menerima laporan dan keluhan dari masyarakat terkait kinerja camat maupun lurah. “Ada lurah yang mungkin sudah terlalu lama (menjabat). Atau lurah-lurah yang masih muda dan tidak punya kemampuan pendekatan kepada masyarakat,” jelasnya.

Ia juga menilai banyak lurah yang tidak mampu melaksanakan tugasnya seperti ketidakmampuan dalam bersosialisasi, kurang inovatif dan tidak mampu membangkitkan semangat masyarakat. Hal itu juga akan menjadi catatan pihaknya. Atas dasar pertimbangan tersebut, besar kemungkinan akan banyak lurah yang diganti. (rdi)