Ngaku Bawa Bom, Penumpang Wings Air Ini Diamankan

Praya (Suara NTB) – Seorang penumpang pesawat Wings Air tujuan Lombok-Bima, Abdul Haris (52) asal Kelurahan Raba Dompu Barat Kecamatan Raba Dompu, Rabu, 22 Februari 2017 sore kemarin, diamankan petugas Lombok International Airport (LIA). Hanya gara-gara mengaku membawa bom di dalam tasnya. Akibat perbuatannya tersebut, ia pun gagal berangkat menuju Bima.

Kapolsubsektor LIA, Iptu Sulyadi, yang dikonfirmasi membenarkan kejadian tersebut. Hanya saja setelah diperiksa, bom yang dimaksud tidak ditemukan di dalam tas yang bersangkutan. “Rupanya penumpang bersangkutan niatnya hanya bercanda. Namun candaan tersebut sempat membut kru pesawat panik. Terlebih penumpang sendiri sudah berada di dalam pesawat,” jelasnya.

Iklan

Kejadian sendiri berlangsung sekitar pukul 16.15 wita. Kala itu, hampir seluruh penumpang pesawat sudah naik. Terakhir yang naik Abdul Haris. Saat hendak menyimpan tas bawaannya ke bagasi, salah satu awak kabin menanyakan isi tas yang dibawa tersebut. Apakah ada barang pecah belah yang lain.

Saat itulah, Abdul Haris mengaku kalau di dalam tas tersebut ada bom. Awak kabin kemudian menghubungi pilot bahwa ada salah seorang penumpang yang mengaku membawa bom. Untuk kemudian dilaporkan ke petugas keamanan bandara.

Sesaat penumpang bersangkutan tampak tenang. Sampai akhirnya, petugas keamanan bandara menjemput yang bersangkutan dari dalam pesawat. Untuk kemudian dibawa ke AMC bandara, guna pemeriksaan lebih lanjut. “Dari hasil xray ulang terhadap tas penumpang bersangkutan, ternyata tidak ditemukan bom atau benda mencurigakan lainnya,” sebut Sulyadi.

Usai menjalani pemeriksaan di AMC bandara, penumpang tersebut kemudian diserahkan ke Avsec bandara. Guna memastikan, kebenaraan serta keterangan penumpang tersebut. Sekaligus membuat surat pernyataan kalau, untuk tidak melakukan perbuatan yang sama.

Adapun pesawat yang hendak ditumpangi sendiri sudah diberangkatkan ke Bima. “Sementara kita masih menunggu proses oleh pihak Avsec. Belum ada pelimpahan ke pihak kepolisian. Kalau memang ada pelimpahan, pasti kita tindaklanjuti,” tegasnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional