Netizen Sambut Baik Rencana Tembak di Tempat Pelaku Begal

Mataram (suarantb.com) – Pelaku pencurian disertai kekerasan atau kerap disebut begal begitu meresahkan masyarakat NTB. Tidak segan-segan pelaku begal yang beraksi dengan kawanannya bertindak kasar dan bahkan melukai korbannya.

Menyikapi maraknya kasus begal di NTB, Polda NTB berencana untuk melakukan tembak di tempat terhadap pelaku begal. Hal tersebut diungkapkan Direktur Reskrimum Polda NTB, Kombes Pol Muhammad Suryo Saputro SIK.

Iklan

“Perintah Kapolda, tindak tegas. Hanya saja tetap dalam koridor hukum. Kalau memang mereka melawan dengan senjata tajam atau senjata rakitan, kita tembak di tempat,” tegas Suryo pekan lalu.

Menanggapi hal tersebut, masyarakat pengguna internet (netizen) menyambut baik wacana yang digulirkan Polda NTB. Menurut sebagai besar netizen, aksi yang dilakukan begal sudah terlalu mengkhawatirkan, sehingga pantas diberi efek jera dengan tembak di tempat.

Akun facebook dengan nama Ndur Jurustandur menanggapi positif rencana tembak di tempat pelaku begal tersebut. “Demi memperbaiki nama baik Lombok yang sudah tercoreng luas sampai ke mancanegara, khususnya daerah pariwisata. Aku setuju bro. Paling tidak lah,” ungkapnya melalui komentar facebook.

Hal senada diungkapkan akun dengan nama Destha Mentajhoo, “Jangan cuma rencana, tapi buktikan! Warga NTB khususnya Mataram sudah resah dengan begal yang semakin merajalela pak,” tegasnya.

Akun dengan nama Wawanwr turut sepakat dengan wacana tersebut. Kendati demikian ia mengharapkan pihak kepolisian tidak salah sasaran dalam menembak, “Asal jangan sampai ada kasus salah sasaran aja,” tuturnya.
“Buktikan. Jangan kasi ampun,” ujar akun dengan nama Danies Abdiel. Begitu juga dengan puluhan akun lainnya, menyatakan dukungannya dengan rencana tembak di tempat pelaku begal.

Kabid Humas Polda NTB, AKBP Dra Tri Budi Pangastuti, menjelaskan bahwa upaya tembak di tempat bukan untuk mematikan, tetapi untuk melumpuhkan. Kepolisian akan sesuai dengan prosedur tetap (protap) dalam melumpuhkan pelaku begal.

“Begal ditembak di tempat bukan untuk mematikan, tetapi untuk melumpuhkan. Kalau memang yang bersangkutan melakukan perlawanan. Kita sesuaikan dengan situasi dan kondisi, kalau memang pelaku melawan atau melarikan diri, kita melakukan tindakan, tapi yang terukur. Tidak mematikan dan sesuai protap,” jelasnya saat ditemui di Mapolda NTB, Rabu 5 Oktober 2016. (szr)