Netizen Ramai Komentari Kasus Dugaan Pencabulan Bocah di Loteng

Mataram (suarantb.com) – Kasus dugaan pencabulan kepada seorang bocah berumur empat tahun di Kecamatan Kopang, Lombok Tengah (Loteng) mendapat perhatian pengguna jejaring sosial internet (netizen). Pasalnya terduga pelaku masih duduk di bangku kelas 2 SD ini masih anak-anak.

Kasus tersebut menjadi semakin menarik perhatian masyarakat, dikarenakan pelaku jauh dari pengawasan orang tua. Selama ini terduga pelaku tinggal bersama neneknya di Kopang, Lombok Tengah. Sementara kedua orang tua pelaku justru tinggal di Aikmel Lombok Timur.

Iklan

Mengomentari kasus tersebut, salah seorang netizen Nur Janah dalam akun facebooknya berkomentar bahwa peristiwa tersebut sebagai suatu fenomena yatim piatu sosial. Artinya antara tetangga sudah tidak lagi saling peduli dengan persoalan yang dihadapi tetangga lainnya. Dan lingkungan  tidak lagi peduli gejala persoalan yang dihadapi anak.

“Anak kehilangan pengawasan orang tua secara penuh, dan yang menarik fenomena yatim piatu sosial, antar tetangga sudah tidak saling peduli dengan persoalan tetangganya yang lain, lingkungan tidak lagi peduli melihat anak-anak yang liar, bermain tidak tentu arah, dan mengetahui gejala persoalan yang dihadapi anak,” komentar Nur Janah, Jumat 22 Juli 2016.

Netizen lainnya, Yuni Riawati berpendapat bahwa pelaku dan korban perlu untuk diberikan konseling (penyuluhan) dan perlindungan terhadap hak-haknya. Sementara untuk orang tua perlu untuk diedukasi.

“Pelaku dan korban perlu dikonseling. Pelaku juga perlu dilindungi dan jangan sampai hak-haknya hilang. Orang tua juga perlu diberikan edukasi agar tindakan-tindakannya tidak merugikan anak-anaknya,” komentar  Yuni.

Pengguna facebook lainnya dengan nama akun Maia Rahmayati mempertanyakan perlindungan terhadap pelaku. Karena pelaku juga termasuk anak di bawah umur yang juga perlu dilindungi layaknya korban. “Kalau pelaku siapa yang dampingi? Masih anak-anak juga kan? Jangan-jangan pelaku itu juga korban?,” tulis Maia.

  Harga Beras Dinilai Masih Wajar

Sementara itu, netizen lainnya memuji langkah Lembaga Perlindungan Anak (LPA) Loteng dalam memberikan pendampingan terhadap korban sekaligus himbauan terhadap masyarakat. “Mantap. Ini bagus untuk himbauan kepada orang tua,” tulis Herul Anwar.

Diketahui, kasus dugaan pencabulan terhadap bocah ini sedang dilakukan pendalaman dan pemanggilan saksi-saksi oleh Polres Loteng. Polres Loteng juga sedang melakukan pengumpulan barang bukti untuk mengungkap kasus tersebut. Polres Loteng sebelumnya telah berkoordinasi dengan LPA dan Dinas Sosial dalam menyelesaikan kasus tersebut. Selanjutnya Polres Loteng berencana koordinasi dengan Badan Pemasyarakatan (Bapas).

“Kita akan melakukan pendalaman saksi-saksi dan pengumpulan bukti-bukti. Kita juga telah berkoordinasi dengan LPA dan Dinas Sosial dalam menyelesaikan kasus ini, rencana kita akan berkoordinasi dengan Bapas,” ujar Kasat Reskrim Polres Loteng, AKP Arjuna Wijaya S.I.K (szr)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here