Nelayan Tangkap BBL di KSB Belum Beroperasi

Slamet Riadi. (Suara NTB/ist)

Taliwang (Suara NTB) – Para nelayan tangkap Benih Bening Lobster (BBL) di Kabupaten Sumbawa Barat (KSB) hingga kini belum ada yang beroperasi. Kondisi ini menurut Dinas Perikanan (Diskan) setempat, membuat kebijakan moratorium izin ekspor yang saat ini diberkalukan pemerintah pusat tidak terlalu berdampak bagi nelayan.

“Nelayan di sini kan kebanyakan baru akan merintis setelah ada kebijakan pusat sebelumnya. Jadi kalau dibilang ada dampaknya dihentikan ekspor itu, kami kira tidak ada,” terang Sekretaris Diskan KSB, Slamet Riadi kepada Suara NTB, Selasa, 1 Desember 2020.

Ia menjelaskan, menindaklanjuti kebijakan dibukanya keran ekspor benih lobster beberapa waktu lalu. Pihaknya telah mendata para nelayan yang siap menjadi penangkap benih. Hasilnya ada 15 kelompok nelayan yang kemudian terdata dan telah diterbitkan SK-nya oleh Kementerian Kelautan Perikanan (Kemen KP).

Hanya saja pasca penerbitan SK itu, sejauh ini tiap kelompok tersebut belum ada yang beroperasi melakukan penangkapan. “Mereka baru persiapan sebenarnya menyediakan alat tangkap,” ungkap Meta sapaan akrab Slamet Riadi.

Meta selanjutnya menjelaskan, untuk penguatan kelompok nelayan penangkap dan penangkar BBL. Pemda KSB telah menyiapkan paket bantuan melalui APBD Perubahan tahun ini. Adapun paket bantuannya berupa alat tangkap sebanyak 15 paket sesuai dengan jumlah kelompok. “Sumber pendanannya dari DID (dana insentif daerah) yang kita peroleh tahun 2020,” pungkasnya. (bug)