Nelayan di Dompu Berhenti Melaut

Nelayan di Dusun Ama Habe tidak melaut untuk sementara waktu akibat cuaca buruk, Senin, 1 Juni 2020.(Suara NTB/jun)

Dompu (Suara NTB) – Sejumlah nelayan di Kabupaten Dompu, berhenti melaut untuk sementara waktu ini. Hal itu menyusul kondisi cuaca kurang yang bersahabat, bahkan dapat mengancam keselamatan jiwa.

Salah seorang nelayan di Desa Mbuju Kecamatan Kilo, Amin kepada Suara NTB mengaku, sudah dua pekan terakhir menghentikan aktivitas pencarian ikan akibat angin kencang disertai gelombang tinggi. “Mulai minggu terakhir puasa kemarin angin kencang, makanya belum bisa masuk,” terangnya.

Iklan

Angin kencang disertai gelombang tinggi ini memang tidak intens setiap hari. Hanya saja, pihaknya tidak mau mengambil resiko, apalagi dengan kondisi perahu yang kecil. Amin lebih memilih berhenti melaut demi keselamatan meski disadari itu menjadi mata pencaharian utamanya untuk memenuhi kebutuhan hidup keluarga.

Saat ini ia hanya menghabiskan waktu luangnya untuk memperbaiki kerusakan perahu dan jaring penangkap ikan. Untuk biaya hidup keluarga sendiri sementara memanfaatkan tabungan yang ada. “Tunggu normal dulu baru bisa melaut lagi. Kalau masih seperti ini belum berani, karena sulit kita baca cuaca sekarang,” jelasnya.

Kondisi serupa juga dialami nelayan di Dusun Ama Habe Desa Bara Kecamatan Woja. Hanya saja, dalam menghadapi kondisi seperti ini mereka memiliki alternatif lain untuk tetap bisa menafkahi keluarga. Yakni mencari ikan di saluran air payau, bahkan terkadang ada yang memilih menjadi buruh panen jagung.
“Memang gelombang besar cuma kita tetap cari ikan di saluran, ndak berani sampai laut. Hasilnya lumayan untuk makan anak-anak,” tandasnya.

Sementara itu, Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Dompu, M Jufri dikonfirmasi Suara NTB via telefon mengaku, belum mendapat informasi terkait gelombang tinggi di sejumlah wilayah perairan tersebut, baik Kilo, Teluk Cempi maupun Huu. Pihaknya akan segera berkoordinasi dengan BMKG Bima untuk memastikannya. ‘Saya belum koordinasi dengan BMKG Bima, nanti saya coba karena belum ada informasi yang saya dapat,” pungkasnya. (jun)

  Progres Bariri Nelayan Dinilai Paling Lambat

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here