Nekat Terobos ‘’Traffic Light’’, Truk Besar Pengangkut Material Dicegat Kapolres Loteng

Kapolres Loteng, Esty Setyo Nugroho, memberhentikan truk besar yang menerobos traffic light di Kota Praya, Selasa kemarin.

Praya (Suara NTB) – Sebuah truk besar pengangkut material proyek diberhentikan paksa oleh Kapolres Lombok Tengah (Loteng) AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK., Selasa, 15 Juni 2021. Karena nekat menerobos traffic light pada saat jam ramai di simpang empat jalan Gajah Mada Praya. Sopir truk dengan nomor polisi B 9727 TZ tersebut, langsung dikenai sanksi tilang. Surat kendaraan diamankan sembari menunggu proses persidangan.

Waktu Kapolres Loteng tengah melintas di Jalan Gajah Mada Praya, sekitar pukul 11.20 Wita, ketika tiba-tiba melihat sebuah truk besar nekat menerobos traffic light. Saat itu situasi arus lalu lintas di pusat Kota Praya tersebut memang tengah ramai. Orang nomor satu jajaran Polres Loteng itu pun langsung melakukan pengejaran.

Iklan

Tidak butuh waktu lama, truk besar kemudian diberhentikan secara paksa. Kapolres Loteng sendiri yang langsung turun dan menegur sopir truk besar tersebut dan memeriksa surat-surat kendaraannya. Agar bisa memberikan efek jera, sopir truk besar tersebut kemudian dijatuhi sanksi tilang.

“Kalau pagi kan jalan Kota Praya sedang ramai-ramainya. Bukannya ikuti petunjuk lampu malah nekat menerobos. Kalau sampai terjadi kecelakaan dengan pengendara lain khususnya sepeda motor pasti akibatnya fatal. Bahkan bisa menyebabkan korban meninggal dunia karena terlindas truk besar seperti ini,’’ ujar Kapolres Loteng, AKBP Esty Setyo Nugroho, SIK.

Tidak hanya itu, ia juga mengintrusikan jajaran Satlantas Polres Loteng supaya lebih memperketat pengawasan di jalan raya. Guna mengantisipasi adanya truk atau kendaraan besar yang ugal-ugalan di jalan raya serta tidak mau patuh kepada aturan berlalu lintas. Dan, tidak ragu-ragu menjatuhkan sanksi tegas berupa penilangan.

‘’Saya sudah perintahkan Satlantas (Loteng) untuk memberikan penindakan tegas berupa penilangan pada para sopir besar yang ugal-ugalan dan menerobos lampu merah,’’ terang Kapolres Loteng/

Pihaknya tidak ingin karena aksi nekat para sopir kedaraan besar tersebut justru merugikan masyarakat dan pengendara lainya. Apalagi menjadi pemicu kasus kecelakaan lalu lintas hingga menimbulkan korban jiwa. Terutama di wilayah Kota Praya yang arus lalu lintaskan cukup padat dan wilayah hukum Polres Loteng pada umumnya. (kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional