Negara Ingin Serap Beras 120.000 Ton dari NTB

Tahun ini pemerintah menargetkan menyerap 120.000 ton beras.(Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Target serapan beras pemerintah di wilayah Provinsi NTB dinaikkan dua kali lipat dari pencapaian serapan tahun 2020 lalu. Tahun 2021 ini, pemerintah menargetkan menyerap 120.000 ton beras. Pimpinan Wilayah (Pimwil) Perum Bulog NTB, Abdul Muis kepada Suara NTB Senin, 8 Maret 2021 menyebut tahun lalu capaian serapan beras di NTB 60an ribu ton. Tahun ini naik signifikan.

“Kita optimis saja, tetap berdoa target serapan negara tercapai. Dan kita berharap, semua memberikan dukungan. Terutama kepada petani. Agar beras-beras atau gabahnya semaksimal mungkin dijual ke Bulog,” katanya. Dengan memaksimalkan penjualan beras ke pemerintah. Maka akan mempengaruhi kebijakan pemerintah untuk melakukan impor beras dari luar negeri. Seperti diketahui, Indonesia berencana melakukan impor beras sebanyak 1 juta ton untuk mengamankan cadangan pangan rakyat Indonesia.

Iklan

Muis mengatakan tak ke ranah itu, karena kebijakannya ada di tangan pemerintah pusat. Tetapi ia mengingatkan kepada petani. Jika beras atau gabahnya maksimal dijual ke pemerintah. Secara otomatis, cadangan pangan negara akan lebih kuat tanpa harus mendatangkan dari luar negeri. Perum Bulog NTB mulai gencar melakukan serapan gabah/beras di lapangan. Puncak panen diperkirakan sekitar April Mei. Meski ditengah pandemi Covid-19, tidak mempengaruhi semangat untuk menyerap gabah / beras petani di lapangan dengan menerapkan protokol Covid-19 yang ketat.

Alhamdulillah banjir tidak parah di NTB. Seperti di Pulau Jawa. Mudah-mudahan produksi tidak terganggu di lapangan oleh cuaca ekstrim tahun ini,” harapnya. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terakhir, luas panen padi pada tahun 2020 lalu sebesar 273,46 ribu hektar, mengalami penurunan sebanyak 8,21 ribu hektar atau 2,91 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 281,67 ribu hektar.

Produksi padi pada 2020 sebesar 1.317,19 ribu ton gabah kering giling (GKG), mengalami penurunan sebanyak 84,99 ribu ton atau 6,06 persen dibandingkan 2019 yang sebesar. Jika dilihat menurut subround, terjadi peningkatan produksi padi pada subround Mei-Agustus dan September-Desember 2020, yaitu masing-masing sebesar 141,44 ribu ton GKG (30,66 persen) dan 11,17 ribu ton GKG (6,31 persen) dibandingkan 2019. Penurunan hanya terjadi pada subround Januari-April, yakni sebesar 237,60 ribu ton GKG (26,58 persen).

Jika dikonversikan menjadi beras untuk konsumsi pangan penduduk, produksi beras pada 2020 sebesar 746,34 ribu ton, mengalami penurunan 48,16 ribu ton atau 6,06 persen dibandingkan 2019 yang sebesar 794,49 ribu ton. Potensi produksi padi pada subround Januari-April 2021 diperkirakan sebesar 841,163 ribu ton GKG, mengalami kenaikan sebanyak 314,92 ribu ton atau 59,84 persen dibandingkan subround yang sama pada 2020 yang sebesar 526,24 ribu ton GKG. (bul)

Advertisementfiling laporan pajak filing laporan pajak Jasa Pembuatan Website Profesional