Nataru, Konsumsi Elpiji di NTB Diperkirakan Naik Menjadi 380 Metrik Ton Sehari

Masyarakat kesulitan mendapatkan elpiji bersubsidi. (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Memastikan ketersediaan dan penyaluran Bahan Bakar Minyak (BBM) dan Liquified Petroleum Gas/elpiji aman selama periode Hari Raya Natal 2020 dan Tahun Baru 2021 (Nataru) PT Pertamina (Persero) Marketing Region Jatimbalinus sejak tanggal 7 Desember kembali membentuk Tim Satuan Tugas pemantauan kelancaran penyaluran BBM dan elpiji.

Hal tersebut dilakukan mengingat kebutuhan masyarakat akan BBM dan elpiji pada periode tersebut berdasarkan tren setiap tahunnya cenderung meningkat. Satgas Nataru ini akan memastikan pelayanan maksimal dalam mengkoordinir, memantau kelancaran penyaluran BBM dan elpiji. Executive General Manager Pertamina Marketing Region Jatimbalinus, C.D. Sasongko, dalam keterangan resmi Pertamina kepada Suara NTB mengatakan,  pasokan BBM dan elpiji hingga saat ini cukup untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari masyarakat.

“Untuk mengantisipasi peningkatan permintaan BBM dan elpiji selama natal dan tahun baru, jika diperlukan, penyaluran BBM maupun elpiji akan ditambah sesuai dengan perkiraan kebutuhan yang sudah diperhitungkan, sementara untuk produk subsidi dan penugasan dari pemerintah tentunya akan disesuaikan dengan kuota yang sudah ditetapkan,” ujarnya.

Selama masa Satgas Nataru 2020-2021, konsumsi BBM jenis Gasoline (Pertamax Turbo, Pertamax, Pertalite, Premium) diprediksi mengalami peningkatan sebesar 5,1 persen dibandingkan dengan konsumsi harian normal sebelum masa satgas, yaitu dari 16.982 Kilo Liter (KL) menjadi 17.850 KL. Sementara untuk konsumsi BBM jenis Gasoil (Dex, Dexlite, Biosolar) diprediksi mengalami penurunan sebesar 4,1 persen dari konsumsi harian normal, yaitu dari 7.520 KL menjadi 7.210 KL.

Untuk konsumsi harian elpiji 3 Kg bersubsidi, di wilayah Provinsi Jawa Timur pada periode tersebut diperkirakan meningkat sebanyak 6 persen, dari 4.110 Metrik Ton (MT) menjadi 4.360 MT. Di wilayah Bali, konsumsi ELPIJI 3 Kg Bersubsidi diperkirakan akan bertambah sebanyak 4 persen, dari 630 MT menjadi sebanyak 660 MT. Pun demikian halnya diperkirakan untuk wilayah Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), konsumsi harian elpiji 3 Kg Bersubsidi akan meningkat sebanyak 9 persen, dari 350 MT menjadi 380 MT. Sementara untuk produk elpiji brightgas non subsidi secara total di wilayah Jatimbalinus diprediksi mengalami peningkatan sebesar 10 persen dibandingkan dengan rata-rata konsumsi harian normal sebelum masa Satgas Natal Tahun Baru 2020-2021, yaitu dari 240 MT menjadi 260 MT per harinya.

“Mulai kembali marak aktivitas ekonomi masyarakat, UKM, pusat perbelanjaan yang sempat terhenti akibat pandemi Covid-19, dan mulai ramainya aktivitas persiapan masyarakat jelang Hari Raya Natal dan Tahun Baru menjadi pendorong utama naiknya konsumsi BBM jenis Gasoline dan konsumsi elpiji sektor rumah tangga. Kondisi ini sudah kami antisipasi, karenanya saat ini kami telah menyiapkan proyeksi penyaluran fakultatif terutama wilayah yang menjadi tujuan mudik dan tujuan wisata untuk disalurkan menjelang Natal 2020 dan Tahun Baru 2021,” tambah Sasongko.

Selain memperkirakan peningkatan kebutuhan energi pada periode Satgas Nataru, Pertamina juga menyiagakan 1.386 Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) di seluruh wilayah Jatimbalinus. Dengan tambahan sarana pelayanan berupa 4 titik Kiosk Pertamax dan Pertamina Dex kemasan, 4 titik Kiosk Modular di Rest Area yang tidak terdapat SPBU, 62 titik Pertamina Delivery Service (PDS) yang disebar di seluruh wilayah dan exit tol, serta 16 SPBU kantong yang standby untuk mengirim produk BBM dalam waktu singkat.

Dalam pelayanan kebutuhan elpiji pada masa Satgas Nataru di wilayah Jatimbalinus, Pertamina menyiagakan sebanyak 501 titik agen dan 5.079 titik pangkalan elpiji 3 Kg, yang akan tetap buka dan melayani masyarakat di hari libur. Ditambah dengan 100 agen dan 1.178 pangkalan ELPIJI BrightGas yang juga disiagakan memenuhi kebutuhan energi masyarakat. (bul)

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here