Natal 2018, Gereja di Mataram Steril dari Potensi Gangguan

Tim Gegana Brimob Polda NTB menyisir sudut Gereja Santo Antonius Padua dengan alat pendeteksi logam, Sabtu, 22 Desember 2018, yang dipimpin Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam. (Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Sejumlah tempat ibadah umat kristiani disterilisasi tim Gegana Brimob jelang perayaan Natal 2018. Sterilisasi pada Sabtu, 22 Desember 2018 itu meliputi lima gereja di wilayah hukum Polres Mataram. Kepolisian menyatakan umat kristiani dapat nyaman dan aman beribadah.

Kapolres Mataram, AKBP Saiful Alam memimpin langsung kegiatan sterilisasi. “Ini dalam rangka memberikan rasa aman kepada umat kristiani menjelang Natal 2018 dan Tahun Baru 2019,” ucapnya di sela kegiatan.

Iklan

Turut mendampingi sterilisasi Dandim 1606/Lobar, Letkol Czi Djoko Rahmanto dan Kabag Ops Polres Mataram, Kompol Taufik.

Sejumlah gereja dan tempat ibadah yang disterilisasi antara lain, Gereja Katolik Santa Maria Imaculata, Gereja Pantekosta Maranata, Gereja Bethel Rock Gosa Indonesia Mataram, Gereja Protestan di Indonesia bagian Barat (GPIB) Immanuel Mataram, dan Gereja Santo Antonius Padua.

Tim Gegana Brimob Polda NTB menyisir pekarangan dan bangunan gereja, seperti kursi jemaat, pintu masuk, serta altar. Tim menggunakan alat detektor logam untuk melacak benda mencurigakan. Kepolisian menyatakan sejumlah gereja tersebut bersih dari potensi gangguan.

Alam meminta masyarakat Kota Mataram juga turut serta menjaga keamanan demi tercapainya keamanan dan kelancaran beribadah selama perayaan Natal dan Tahun Baru ini. Menurutnya, toleransi umat beragama menjadi salah satu bentuknya.

Polres Mataram menyiapkan 749 personel yang tergabung di dalam Satgas Operasi Lilin Gatarin 2018, pengamanan Natal dan Tahun Baru. Mereka tersebar secara dinamis dan statis di satu Pos Pelayanan (Pos Yan) dan tiga Pos Pengamanan (Pos Pam).

Polda NTB sebelumnya mengatensi potensi ganggunan kejahatan konvensional merujuk pada meningkatnya keramaian dan prediksi hari libur Panjang. Di mana warga meninggalkan rumah untuk berlibur dan memadati tempat-tempat wisata. (why)

  Kasus Buku Madrasah, Polda Perlu Tambahan Bukti dari Ombudsman

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here