Nasib SD Model Mataram Masih Terkatung-Katung

ilustrasi Murid Sekolah Dasar (Suara NTB/dok)

Mataram (Suara NTB) – Anggota Pansus RPJMD DPRD Kota Mataram, Herman, A.Md., mengingatkan kepada Pemkot Mataram bahwa masih ada persoalan yang mengganjal di dunia pendidikan, yakni terkait SD model yang masih menumpang di gedung milik Unram di Seganteng.

‘’Saat ini tidak ada kejelasan. Sehingga perlu ada komitmen melalui Dinas Pendidikan Kota Mataram,’’ katanya saat rapat kerja pansus dengan eksekutif kemarin. Herman menekankan, pemerintah harus hadir untuk menyelesaikan persoalan ini. ‘’Kita harus selamatkan generasi Kota Mataram di bidang pendidikan yang tidak sedikit di SD model itu,’’ sebutnya.

Iklan

Politisi Partai Gerindra ini mengatakan, bahwa orang tua yang anak-anaknya bersekolah di SD model itu, sudah sangat resah. ‘’Karena sudah beberapa kali di mediasi tidak ada titik temu,’’ cetusnya. Sekarang, dari Komite dan orang tua murid, bersedia lokasinya di mana saja, yang penting diberikan akses gedung.

‘’Mau di manapun, di lingkar utara, ataupun di lingkar selatan, atau tidak di tengah kota sekalipun akan diterima. Karena di sini masih ada kondisi yang menggantung dan tidak bisa diselesaikan. Sehingga kita harus memberikan solusi kepada civitas maupun generasi didik kita di sekolah tersebut dan juga orang tua siswa,’’ demikian Herman.

Menanggapi hal ini, Sekda Kota Mataram, Dr. H. Effendi Eko Saswito mengapresiasi adanya perubahan keinginan dari orang tua siswa. ‘’Alhamdulillah Pemkot Mataram sudah mencari beberapa alternatif,’’ ujarnya. Pemkot Mataram, lanjut dia, sedianya sudah menyiapkan SDN 36 Mataram di Karang Jangkong Cakranegara.

‘’Kebetulan SD 36 ini siswanya sedikit. Nah itu akan kita merger menjadi SD model Mataram,’’ imbuhnya. Hanya saja, keinginan ini masih terkendala adanya penolakan masyarakat di sana. ‘’Kalau tidak ada penolakan, sebetulnya tahun ini sudah dapat berjalan,’’ kilahnya. Namun demikian, hal ini kata Eko masih berproses.

Pemkot Mataram masih terus melakukan pendekatan-pendekatan kepada masyarakat. ‘’Bagaimana masyarakat yang bersekolah di SDN 36 itu bergabung dalam SD model Kota Mataram tanpa beban,’’ demikian Eko. (fit)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional