Nasi Mandhi, Menu Khas Arabian di Street Food Bung Karno

Pengunjung menikmati sajian Nasi Mandhi dan Nora Azis menunjukkan sajian Nasi Mandhi khas Street Food Flora Bung Karno. (Suara NTB/ars)

Mataram (suarantb.com) – Kedai dan Kafe di Mataram terus beradaptasi dengan suasana Ramadhan. Salah satunya Street Food Bung Karno,  menyajikan menu Nasi Mandi,  khas Arabian berbahan impor namun tetap terjangkau.

Bahan dasar Nasi Mandhi adalah beras Basmati,  yang diimpor dari Timur Tengah. Tekstur beras lebih ramping dan oval, dan lebih panjang dari beras biasanya membuat bulir beras ini berbeda dengan produk lokal. “Kalau sudah matang, lebih banyak dan gembur, jadi tidak lengket seperti beras lain,” kata Nora Azis, salah satu owner Street Food Bung Karno, Jalan Bung Karno Nomor 88 Mataram.

Iklan

Karena khas, Nasi Mandhi diracik dengan cara dan bahan berbeda pada umumnya sehingga nasi ini memiliki rasa tersendiri. “Jadi rempah rempahnya jinten halus,  ketumbar,  kunyit bubuk halus,  kayu manis, kapulaga dan cengkeh. Kapulaga dan cengkeh ini untuk hilangkan aroma daging, karena bahannya ada kaldu daging kambing dan daging ayam,” sebut Nora.

Kata ‘Mandhi’ pada menu ini bukan makna sebenarnya. “Mandhi berarti asap.” Nora kemudian memperagakan cara pengolahannya.

Beras Basmati dimasak dengan cara biasa. Setelah matang,  disimpan pada wadah. Kemudian mangkok kecil berisi minyak Zaitun diletakkan di atas Nasi yang matang. “Arang dimasukkan ke dalam minyak Zaitun, kemudian ditutup rapat rapat. Ini agar asap yang ditimbulkan minyak Zaitun dan arang itu bertahan memberikan aroma pada nasi. Nah, proses inilah yang disebut ‘Mandi’ itu,” tuturnya.

Setelah disajikan menjadi makanan jadi,  Nasi Mandhi rasanya lebih otentik, dipengaruhi asap minyak Zaitun.

Menurut Nora,  Nasi Mandhi sangat cocok untuk berbuka puasa,  karena porsi yang disajikan cukup untuk recovery setelah menahan lapar dan haus. Lebih pas lagi untuk menu makan sahur. “Karena mengonsumsi beras ini bikin ketahanan tubuh lebih lama menahan lapar,” ungkapnya.

Meski bahan dasarnya impor, namun tetap terjangkau, untuk satu porsi dihargakan Rp 60.000. Tidak ada pantangan jika mengkonsumsi Nasi Mandi, karena zero karbohidrat. “Sangat cocok untuk diet,” pungkasnya.

Selain nasi Mandhi khas Arab,  di Steet Foofd Bung Karno ini juga menyediakan masakan khas China dan juga lokal khas Lombok.  Sehingga para pengunjung bisa bebas memilih aneka masakan sesuai selera. (ars)