Nasdem Tunda Plenokan Arah Dukungan

H. Muhammad Amin. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Sampai saat ini DPW Partai Nasdem belum melakukan pleno untuk menetapkan nama-nama kandidat bakal calon kepala daerah dan wakil kepala daerah Pilkada serentak 2020 yang diusulkan oleh masing-masing DPD Kabupaten/Kota untuk diusulkan ke DPP dan diberikan SK rekomendasi dukungan.

Ketua DPW Nasdem NTB, H. Muhammad Amin yang dikonfirmasi di kantornya, Kamis, 20 Februari 2020 kemarin membenarkan pihaknya belum melakukan pleno. Dijelaskannya penundaan pleno lantaran ada kebijakan baru dari DPP Nasdem untuk melakukan survei terlebih dahulu baru kemudian dilakukan pleno.

Iklan

“Kebijakan DPP berubah, yang tadinya harusnya kita plenokan dulu baru kita survei, tapi sekarang survei dulu semuanya, baru kita plenokan. Supaya nanti kita lihat rangkingnya, ada gambaran elektabilitas figur-figur ini, dan itu jadi bahan kita melakukan pleno,” ujar Amin.

Survei elektabilitas kandidat bakal calon pasangan kepala daerah akan dilakukan oleh lembaga survei nasional yang sudah kredibel. Kegiatan survei sudah mulai dilakukan dari Bulan Februari ini sampai Bulan Maret mendatang. Survei itu dilakukan dalam rangka mencari figur yang terbaik untuk diusung Nasdem pada Pilkada serentak 2020 di NTB.

“Insya Allah Bulan Maret survei sudah tuntas. Nah durasi waktu yang ada ini kita pertajam lagi informasi terkait dengan kans semua figur yang akan maju bertarung. Nanti akan disimulasikan, sehingga survei awal ini dilakukan secara tersendiri, kepala daerah dan wakilnya,” kata Amin.

Dikatakan Amin, dari survei yang dilakukan Nasdem tidak hanya untuk pasangan calon yang sudah mendaftar di Nasdem. Tetapi semua figur baik yang diusung oleh partai lain juga akan ikut disurvei, untuk mendapatkan gambaran secara konprehensif terkait kekuatan dan kelemahan semua figur.

“Mau daftar dan tidak dafar di kami, semua disurvei, karena kita harus tahu semua kekuatan figur, baik yang daftar di partai lain. Kita tidak mau hanya survei figur yang daftar dikita saja, tapi ternyata di luar kita ada figur yang lebih kuat,” jelas Amin.

Hasil survei itulah yang akan dijadikan rujukan utama bagi Nasdem untuk melakukan pleno penetapan nama-nama figur yang akan mereka ajukan ke DPP.  Nasdem memastikan akan memberikan dukungan kepada figur yang hasil surveinya paling tinggi.

“Sehingga jika survei kader kami yang maju, itu rendah, maka kita tidak akan memaksakan kader untuk maju kalau tidak punya peluang. Sehingga penting kami tahu kekuatan di luar itu juga seperti apa. Kan yang kita kalkulasikan adalah peluang, kecuali takdir yang ndak bisa kita kalkulasikan. Hasil survei itu nanti kita akan ranking,” ujarnya.

Sedangkan untuk partai koalisi, Nasdem terus membangun komunikasi untuk melakukan penjajakan. Koalisi bisa dilakukan oleh partai maupun oleh calon itu sendiri. Ditegaskan Amin, koalisi Nasdem yang akan dibangun tidak hanya bertumpu pada jumlah kursi, melainkan harus ada semangat kebersamaan, sehingga ia akan memperlancar semua anggota koalisi sama. (ndi)