Nasdem Resmi Serahkan SK Dukungan B1-KWK Kepada Tujuh Bapaslon

Ketua DPW Nasdem NTB, H. Moh. Amin diapit tujuh bapaslon kepala daerah/wakil kepala daerah foto bersama usai menyerahkan SK dukungan B1-KWK. (Suara NTB/ndi)

Mataram (Suara NTB) – Partai Nasdem resmi menyerahkan secara serentak Surat Keputusan (SK) dukungan model B1-KWK yang akan digunakan mendaftar ke KPU oleh tujuh kandidat bakal pasangan calon Kepala Daerah/Wakil Kepala Daerah di NTB yang akan bertarung di Pilkada serentak 2020 pada Rabu, 26 Agustus 2020 di Mataram.

Tujuh kandidat bakal pasangan calon yang menerima SK B1-KWK Partai Nasdem untuk Pulau Lombok yakni, di Kabupaten Lombok Utara (KLU) diberikan kepada bakal pasangan calon Najmul Akhyar-Suardi. Kemudian Kota Mataram diberikan kepada pasangan H. Mohan Roliskana-TGH. Mujiburahman dan Lombok Tengah jatuh kepada pasangan Pathul Bahri-Nursiah.

Iklan

Sementara di Pulau Sumbawa ada empat daerah yang akan melaksanakan Pilkada yakni Kabupaten Sumbawa Barat, SK B1-KWK Partai Nasdem diberikan kepada pasangan Musyafirin-Fud Saifuddin. Selanjutnya di Kabupaten Sumbawa diberikan kepada pasangan Mahmud Abdullah-Dewi Noviani. Kemudian Kabupaten Dompu diberikan kepada pasangan Abdul Kadir Jaelani-Syahrul Parsan dan terakhir di Kabupaten Bima kepada pasangan Syafruddin M Nur-Ady Mahyudi.

Penyerahan SK B1-KWK kepada para paslon tersebut dilakukan oleh Ketua DPW Partai Nasdem NTB, H. Moh. Amin. Dalam arahannya dia menyampaikan bahwa semua paslon yang didukung Nasdem tinggal mempersiapkan diri untuk bertarung, karena syarat kendaraan politik sudah memenuhi untuk mendaftar ke KPU.

“Penyerahan SK ini merupakan instruksi dari Ketua Umum, karena semua paslon yang kita dukung ini sudah lengkap partai koalisinya. Pada kesempatan ini juga saya instruksikan kepada semua pengurus supaya segera melakukan konsolidasi dengan calon untuk berjuang bersama memenangkan pilkada,” ucap Amin.

Kepada wartawan, usai acara penyerahan SK, Amin menegaskan bahwa Nasdem dalam menentukan arah dukungan dipastikan tanpa ada mahar politik yang harus dibayar oleh para Paslon. Nasdem hanya meminta para Paslon berkomitmen untuk memajukan daerah masing-masing ketika diberikan kepercayaan oleh rakyat serta ikut membesarkan partai.

“Tidak ada mahar di Nasdem, tetapi yang ada komitmen-komitmen para kandidat kepada partai dan itu berlaku di semua partai yang lain. Seperti bagaimana memajukan daerah masing-masing dan baru kemudian bagaimana kontribusinya membesarkan partai,” ucap mantan Wakil Gubernur NTB ini.

Terkait alasan Nasdem akhirnya menjatuhkan dukungannya kepada para kandidat tersebut, telah melalui serangkaian proses politik yang cukup panjang dan dinamis. Sehingga didapatkan para paslon yang diyakini punya kans untuk memenangkan Pilkada 2020.

“Terkait alasan dukungan yang jelas ada alasan subjektif dan objektif, seperti hasil survei, komitmen dan pertimbangan kader. Tentu kita berdasarkan kajian, pendalaman dan survei, sehingga kita simpulkan dia punya peluang untuk menang,” jelasnya.

Peluang kemenangan itulah kemudian yang akan diikhtiarkan oleh Nasdem bersama koalisi serta paslon itu sendiri untuk meraih kemenangan. Dikatakannya, salah satu kunci untuk dapat meraih kemenangan adalah adalah bagaimana mengelola peluang itu sendiri.

“Kalau soal menang kalah itu urusan Allah SWT, tapi yang kita baca adalah peluangnya. Orang kan membaca peluang dari hasil survei itu. Nah peluang itu bagaiamana kita kelola dengan baik, karena ada calon lainnya juga yang bergerak. Misalnya hasil surveinya sekarang ini masih dibawah masih ada waktu untuk meningkatkannya, saya kira di sana lah kompetisinya. Takdir Ndak bisa di kalkulasi, peluang yang bisa kita kalkulasikan,” pungkasnya. (ndi)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional