Nasabah BNI Kebobolan, OJK Tunggu Hasil Investigasi Bank

Farid Faletehan (Suara NTB/bul)

Mataram (Suara NTB) – Kasus kebobolan nasabah masih saja terulang. Sebelumnya heboh nasabah BRI, terbaru sebanyak 23 nasabah BNI Cabang Bima kehilangan dana tiba-tiba, tanpa pernah melakukan transaksi. Kasus ini turut menjadi perhatian Otoritas Jasa Keuangan. Pihak BNI Cabang Bima mengakui hal itu. Dan telah melaporkannya ke OJK NTB.

“Kami masih menunggu hasil investigasi bank. Sudah ada komunikasi, laporan resminya menyusul,” kata Farid Faletehan, Kepala OJK NTB dihubungi Suara NTB, Rabu (30/1) kemarin. Berdasarkan keterangan Kepala BNI Cabang Bima, H. Amir Muhammad, seorang nasabah kehilangan uang tiba-tiba antara Rp5 juta sampai Rp10 juta. Dugaan sementara terjadi kejahatan perbankan, jenisnya skimming card. Bank pun sedang melakukan verifikasi dan investigasi.

Iklan

OJK lanjut Farid, masih menunggu titik terang, apakah raibnya uang nasabah benar-benar nasabah tidak mengetahuinya. Masih terjadinya kejatahan perbankan ini tidak sepenuhnya titik beratnya ada di perbankan. terjadinya kasus ini menurutnya, sebab akibat ada pelaku.

“Kalo skimming berarti ada pelakunya. Mesti dicari penyebab, selanjutnya akan jadi masukan bank untuk meningkatkan keamanan. Kalau pencuri pasti akan selalu cari kelemahan. Jadi bank juga harus melakukan langkah antisipasi. Tapi prinsipnya dana nasabah harus tetap aman,” ujarnya.

Berbicara sistem keamanan bank saat ini, Farid juga menjelaskan, sistem keamanan bank dinilai sudah cukup bagus dan risiko operasional (termasuk di dalamnya keamanan) selalu menjadi perhatian. Tetapi untuk hal-hal yang hurus atau kasus khusus, pengamannnya akan berjalan mengikuti perkembangan teknologi dan jenis kejahatan yang ada.

Farid mengatakan akan terus memantau perkembangan kasus ini, hingga ada titik terang. Tak lupa, kepada nasabah ia berpesan, tetap berhati-hati dan waspada dalam penggunaan kartu, dan pemakaian PIN.

“PIN ini sifatnya sangat rahasia. Tidak boleh diberikan kepada siapapun, bahkan kepada orang terdekat,” jelas Farid.

Jika terjadi kehilangan atau kejanggalan, ia mengharapkan nasabah  secepatnya melapor ke bank.  Selama tidak ada kesalahan nasabah, ia memastikan dana nasabah dijamin aman. (bul)