Narkoba dari Batam Lolos Pemeriksaan Bandara, Kurir Ditangkap Sebelum Sabu Beredar

Pelaku kurir sabu asal Batam, RY saat digerebek di Sukamulia, Lombok Timur Sabtu, 8 Mei 2021. Pria ini membawa 2 ons sabu dan lolos dari pemeriksaan bandara.(Suara NTB/Ditresnarkoba Polda NTB)

Mataram (Suara NTB) – Pola peredaran narkoba kini mulai bergeser makin ke Timur. Salah satunya modus yang dipakai RY alias Rian (24). Pria ini bersembunyi di Sukamulia, Lombok Timur setelah lolos pemeriksaan bandara walaupun dirinya membawa sabu dari Batam, Kepulauan Riau.

Dirresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menjelaskan, RY ini berperan sebagai kurir yang menyelundupkan sabu melalui jalur udara. RY lolos dari pemeriksaan di Bandara Internasional Zainuddin Abdul Majid, Rabu pekan lalu. “Dia bisa lolos karena sebagian sabunya dibuang di kloset bandara,” kata Helmi dikonfirmasi Minggu, 9 Mei 2021. Penangkapan RY merupakan pengembangan dari penggerebekan MA dan MM. Keduanya yang digerebek bertransaksi 2 ons sabu Rabu, 5 Mei 2021.

Iklan

RY menyuplai barang kepada MA dan MM. kemudian dua inisial yang disebut belakangan ini mengirimkan barang untuk bandar yang ada di Mataram. Tempat transaksinya di kamar indekos di Ampenan, Mataram. Tapi transaksi terbongkar. Berbekal penangkapan MA dan MM itu, RY pun diburu. Pencairan pertama di sebuah rumah di Masbagik, Lombok Timur. Daerah asal kelahiran RY. Polisi hanya menemukan alat hisap sabu seperti bong dan pipa kaca untuk menghisap.

Namun dengan modal teknologi, keberadaan RY akhirnya terlacak di Sukamulia, Lombok Timur. Tidak ada barang bukti sabu dari penggerebekan di tempat itu. Sama seperti sebelumnya, yang ditemukan hanya set alat hisap narkoba. Helmi mengatakan, pihaknya sudah punya cukup bukti untuk menjerat RY sebagai bagian dari jaringan peredaran sabu tersebut. RY dalam interogasi menyanggah dirinya membawa sabu.

Meskipun mengakui kalau dirinya memang baru pulang dari Batam. Kepergiannya ke Batam selama seminggu pun diklaimnya untuk bekerja buruh lepas di toko mebel. Tapi bukti foto dan rekaman percakapan membuat RY tidak bisa mengelak lagi. “Dia sudah balik lagi ke bandara bersama temannya untuk mengambil barang. Yang bisa dibawa hanya 2 ons,” ungkap Helmi. (why)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional