Narkoba dalam Speaker, Polda NTB Bongkar Penyelundupan Sabu 1,5 Kg Jaringan Internasional

Penyidik Ditresnarkoba Polda NTB membongkar pengeras suara yang dipakai menjadi modus penyelundupan sabu, Senin, 22 Desember 2020.(Suara NTB/why)

Mataram (Suara NTB) – Meski sudah banyak terbongkar, namun modus penyelundupan sabu via jasa paket kilat tetap menjadi favorit pada bandar. Kali ini modus tersebut dipakai tangan kanan seorang bandar berinisial NW alias SK (42) yang menggunakan kurir, BH alias Cine (29). Sebanyak 1,5 kg sabu batal diedarkan. Diresnarkoba Polda NTB Kombes Pol Helmi Kwarta Kusuma Putra menjelaskan, dua orang ini diduga merupakan jaringan bandar besar. “Mereka ini jaringan internasional,” ucapnya Selasa, 22 Desember 2020.

Pelaku BH ditangkap lebih dulu pada Senin, 21 Desember 2020 di Jalan Sriwijaya, Mataram. Pria asal Karang Ujung, Ampenan, Mataram ini sedang menjemput paket kiriman sabu. BH datang memakai mobil boks. BH mengambil dua paket. Namun, sebelum paket itu dimasukkan ke dalam mobil, BH langsung dibekuk. Paket yang diambil BH itu digeledah. Isinya pengeras suara sebanyak enam unit. “Sabu itu disembunyikan di dalam speaker itu,” sebut Helmi.

BH tidak bisa mengelak dan malah berkilah. Bahwa dirinya merupakan orang suruhan. BH lalu menyebut seorang perempuan berinisial NW yang tinggal di Sandubaya, Mataram. Tim Khusus yang dipimpin AKP Made Yogi Purusa Utama ini langsung berangkat ke tempat yang ditunjuk. Beruntungnya, BH tidak berdusta. Rumah tersebut memang benar ditinggali NW. NW sudah menyiapkan rumahnya seperti benteng. Lengkap dengan kamera CCTV untuk memantau pergerakan pendatang yang tidak diinginkan.

NW pun digerebek. Tangannya sudah terborgol. Tapi, BH yang diamankan di dalam mobil malah berulah. BH melompat lewat jendela mobil demi berusaha kabur. Hasilnya, kaki kanannya ditembus timah panas. “Dia mau melarikan diri,” terang Helmi. NW dan BH akhirnya dibawa ke Mapolda NTB. Dari interogasi awal, BH mengaku mendapat upah setiap mengambil paket sabu sebesar Rp2 juta. “Dia juga dapat makai (sabu),” imbuh Helmi.

Aksinya Senin lalu itu adalah pengambilan paket kedua. BH bisa lolos pada pengambilan paket pertama. Modusnya pun sama. “Bagi para bandar, pengedar, atau siapapun yang bemain dengan narkoba, segeralah berhijrah karena cepat atau lambat kita pasti akan tangkap,” tutup Helmi memberi peringatan kepada para pelaku narkoba. (why)