Narapidana Lapas Selong dan Praya Dibebaskan

Sebanyak 13 Napi di Lapas Kelas  IIB Selong yang mendapat asimilasi di rumahnya masing-masing dalam rangka pencegahan dan penanganan virus Corona (Covid-19). (Suara NTB/ist)

Selong (Suara NTB) – Dalam rangka pencegahan dan penanggulangan penyebaran virus corona (Covid-19), sebanyak 13 Narapida (napi) di Lapas Kelas IIB Selong dibebaskan atau diasimiasi di rumahnya masing-masing. Kebijakan tersebut berdasarkan  Permenkumham Nomor 10 Tahun 2020 tentang Syarat Pemberian Asimilasi dan Hak Integrasi bagi Narapidana dan Anak serta Keputusan Menteri Hukum dan HAM nomor M.HH-19.PK/01.04.04 tentang Pengeluaran dan Pembebasan Narapidana dan Anak melalui asimilasi dan integrasi.

Kepada Suara NTB, Jumat, 3 April 2020, Kalapas IIB Selong, Herdianto mengatakan bahwa pemulangan narapidana ini sesuai keputusan Menkumham. Total 13 Napi yang pulangkan, 12 asimilasi di rumah dan 1 CB. Pihak lapas Selong juga terus mendata napi yang akan melakukan asimilasi sampai tanggal 7 April. Pelaksanaan pengeluaran dan penghadapan Narapidana yang mendapatkan asimilasi di rumah atau tempat tinggal sebanyak 12 Narapidana dan 1 Narapidana CB ke Bapas Mataram.

Iklan

Narapidana tersebut mendapatkan asimilasi di rumah atau tempat tinggalnya berdasarkan Surat Keputusan Kepala Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIB Selong, Nomor W21.ESL.PK.01.04.04 TAHUN 2020 tentang Asimilasi di Rumah Narapidana. Setelah dilaksanakan penghadapan ke Bapas, para napi selanjutnya pulang ke rumah masing-masing sesuai yang tertera dalam Keputusan Kepala Lapas Kelas II B Selong untuk melaksanakan asimilasi di rumah.

Sementara di Lombok Tengah (Loteng), sebanyak 23 tahanan penghuni Lembaga Pembinaan Khusus Anak (LPKA) kelas II Loteng, Jumat (3/4), dibebaskan setelah memperoleh program asimilisasi, berupa tahanan rumah.

Pelepasan tahanan peserta program asimiliasi tersebut dipimping langsung Kepala LPKA kelas II Loteng, A.A.Gde Ngurah Putra, di lapangan LKPA kelas II Loteng. “Pemberian asimilasi bagi tahanan LPKA Loteg ini sesuai Permenkumham No.10/2020 tentang syarat pemberian asimilasi antisipasi virus corona,” terangnya.

Meski sudah tidak menjalani tahanan di LPKA, namun para tahanan tetap harus berada di rumah. Tidak boleh ke mana-mana. Harus menjalani karantina di rumahnya masing-masing. “Statusnya belum bebas. Tetap menjalani tahanan, tetapi di rumah,” tandasnya. Sebelumnya sudah ada dua tahanan yang menjalani program asimilasi ditambah 23 orang tahanan. Dan, yang masih tinggal dan menjalani tahanan di LPKA Loteng sebanyak 9 orang tahanan anak.

Putra mengatakan, tahanan anak yang memperoleh program asimiliasi tersebut ialah yang masa tahanannya mau berakhir. Rata-rata tinggal empat bulan lagi. Sementara yang masih bertahan, itu masa tahanannya masih cukup lama, sehingga belum bisa diberikan program asimilasi. Tetapi pihaknya tetap menunggu keputusan pusat. Karena siap tahu akan perubahan keputusan terhadap tahanan yang masa tahanannya masih cukup lama. “Kita tunggu keputusan pusat bagi yang masa tahanannya masih lama. Apakah akan diberikan program asimilasi atau kebijakan yang lain,” tegas Putra.   (yon/kir)

Advertisement Jasa Pembuatan Website Profesional